Kue Daun Pisang, Warisan Nusantara
- 27 Jul 2026 21:56 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID,Gorontalo - Indonesia dikenal sebagai surga kuliner dengan kekayaan cita rasa yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tak hanya makanan utama, negeri ini juga memiliki beragam kue tradisional yang hingga kini tetap digemari. Salah satu ciri khas yang membuat kue-kue tradisional Indonesia begitu istimewa adalah penggunaan daun pisang sebagai pembungkus, yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memberikan aroma khas dan cita rasa yang semakin nikmat.
Dilansir dari Times Indonesia, ada sejumlah kue tradisional berbungkus daun pisang yang masih menjadi favorit masyarakat di berbagai daerah.
Di Pulau Jawa, Utri atau yang dikenal juga dengan nama lemet maupun ketimus menjadi salah satu jajanan tradisional yang legendaris. Kue ini dibuat dari singkong parut, gula merah, dan santan, kemudian dibungkus daun pisang sebelum dikukus. Rasanya manis dengan tekstur lembut dan sedikit kenyal, menjadikannya teman yang pas saat menikmati teh hangat.
| Baca juga: Sayur Lodeh Nangka yang Enak |
Dari Sumatra Barat, terdapat Timpan, kue berbahan tepung ketan yang dipadukan dengan daun pandan. Teksturnya kenyal dengan rasa manis yang lembut. Timpan biasanya hadir dalam berbagai acara adat, perayaan keluarga, maupun hari-hari besar sebagai simbol kebersamaan.
Selanjutnya ada Nagasari, salah satu kue tradisional yang sangat populer di berbagai daerah, terutama di Pulau Jawa. Adonan tepung beras, santan, gula, dan potongan pisang dibungkus daun pisang lalu dikukus hingga matang. Aroma daun pisang berpadu dengan manisnya pisang menciptakan cita rasa yang khas dan menggugah selera.
Tak kalah populer adalah Kue Lepet, yang terbuat dari beras ketan dan gula merah. Kue ini sering disajikan saat Idulfitri, hajatan, maupun acara adat. Beberapa daerah menambahkan potongan pisang atau durian untuk memberikan cita rasa yang lebih kaya.
Sementara itu, pecinta makanan gurih tentu akrab dengan Lemper. Kue berbahan ketan ini diisi ayam suwir berbumbu atau serundeng kelapa, kemudian dibungkus daun pisang. Lemper menjadi salah satu jajanan tradisional yang mudah ditemukan di pasar maupun berbagai acara resmi.
Dari Sulawesi Selatan hadir Lalampa, yang sekilas menyerupai lemper. Perbedaannya terletak pada isiannya yang menggunakan ikan berbumbu khas. Perpaduan ketan, ikan, dan aroma daun pisang menghasilkan rasa gurih yang menjadi ciri khas kuliner Makassar.
Melengkapi daftar tersebut adalah Bacang, kue berbahan beras ketan yang umumnya berisi daging, jamur, dan rempah-rempah. Setelah dibungkus daun pisang, bacang direbus hingga matang dan sering disajikan dalam berbagai perayaan, termasuk Festival Perahu Naga.
Selain menghadirkan cita rasa yang autentik, penggunaan daun pisang sebagai pembungkus juga menjadi bagian dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Aromanya yang khas mampu memperkaya rasa sekaligus menjaga kelembapan kue selama proses pemasakan.
Keberagaman kue tradisional ini menjadi bukti bahwa kekayaan kuliner Indonesia bukan hanya soal rasa, tetapi juga mencerminkan budaya, tradisi, dan identitas setiap daerah. Melestarikan serta menikmati kue-kue tradisional merupakan salah satu cara sederhana untuk menjaga warisan kuliner Nusantara agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....