Kue Janda,Manis Sederhana dari Dapur Tradisional
- 08 Feb 2026 14:59 WIB
- Gorontalo
RRI. DO. CO. ID Gorontalo: Kue tradisional yang dikenal dengan nama Kue Janda masih bertahan sebagai salah satu penganan rakyat yang digemari lintas generasi. Dibuat dari bahan-bahan yang sangat sederhana dan mudah didapat, kue ini memanfaatkan singkong, kelapa, pisang yang sudah masak, serta pewangi kue sebagai unsur utama. Kesederhanaan bahan tersebut justru menjadi kekuatan, menghadirkan cita rasa khas yang lekat dengan suasana rumah dan kebersamaan keluarga.
Proses pembuatan Kue Janda pun terbilang mudah dan tidak membutuhkan teknik rumit. Singkong terlebih dahulu diparut, kemudian diremas hingga sari patinya keluar. Ampas singkong inilah yang digunakan sebagai bahan dasar, lalu dicampurkan dengan pisang matang yang telah dilumatkan. Perpaduan singkong dan pisang menghasilkan adonan yang lembut dengan rasa manis alami.
Setelah adonan tercampur merata dan diberi pewangi kue, adonan dibentuk sesuai selera, umumnya bulat atau persegi panjang. Bentuk sederhana ini menjadi ciri khas Kue Janda yang mudah dikenali. Adonan kemudian disusun rapi dan siap untuk dimasak dengan cara dikukus.
Proses pengukusan memakan waktu sekitar 20 menit hingga kue matang sempurna. Setelah diangkat dari kukusan, kue langsung dikaburkan atau digulingkan ke dalam kelapa yang telah dicukur halus. Lapisan kelapa ini memberikan sensasi gurih yang seimbang dengan manisnya adonan singkong dan pisang. Biasanya, kue ini juga diberi warna-warna cerah sebagai daya tarik visual sekaligus menjadi ciri khas yang melekat.
Kue Janda kerap disantap saat santai bersama keluarga, baik pagi maupun sore hari, ditemani secangkir teh atau kopi. Selain dibuat untuk konsumsi sendiri, kue tradisional ini juga sering dijajakan di pasar-pasar dan lapak jajanan rakyat. Kehadirannya tidak hanya menjadi pengisi waktu santai, tetapi juga bagian dari warisan kuliner tradisional yang terus hidup di tengah masyarakat.
Kue tradisional yang dikenal dengan nama Kue Janda masih bertahan sebagai salah satu penganan rakyat yang digemari lintas generasi. Dibuat dari bahan-bahan yang sangat sederhana dan mudah didapat, kue ini memanfaatkan singkong, kelapa, pisang yang sudah masak, serta pewangi kue sebagai unsur utama. Kesederhanaan bahan tersebut justru menjadi kekuatan, menghadirkan cita rasa khas yang lekat dengan suasana rumah dan kebersamaan keluarga.
Proses pembuatan Kue Janda pun terbilang mudah dan tidak membutuhkan teknik rumit. Singkong terlebih dahulu diparut, kemudian diremas hingga sari patinya keluar. Ampas singkong inilah yang digunakan sebagai bahan dasar, lalu dicampurkan dengan pisang matang yang telah dilumatkan. Perpaduan singkong dan pisang menghasilkan adonan yang lembut dengan rasa manis alami.
Setelah adonan tercampur merata dan diberi pewangi kue, adonan dibentuk sesuai selera, umumnya bulat atau persegi panjang. Bentuk sederhana ini menjadi ciri khas Kue Janda yang mudah dikenali. Adonan kemudian disusun rapi dan siap untuk dimasak dengan cara dikukus.
Proses pengukusan memakan waktu sekitar 20 menit hingga kue matang sempurna. Setelah diangkat dari kukusan, kue langsung dikaburkan atau digulingkan ke dalam kelapa yang telah dicukur halus. Lapisan kelapa ini memberikan sensasi gurih yang seimbang dengan manisnya adonan singkong dan pisang. Biasanya, kue ini juga diberi warna-warna cerah sebagai daya tarik visual sekaligus menjadi ciri khas yang melekat.
Kue Janda kerap disantap saat santai bersama keluarga, baik pagi maupun sore hari, ditemani secangkir teh atau kopi. Selain dibuat untuk konsumsi sendiri, kue tradisional ini juga sering dijajakan di pasar-pasar dan lapak jajanan rakyat. Kehadirannya tidak hanya menjadi pengisi waktu santai, tetapi juga bagian dari warisan kuliner tradisional yang terus hidup di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....