Sebelum Makan Rebung, Wajib Tahu Ini Dulu
- 07 Feb 2026 11:07 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Rebung sering hadir di sayur, tetapi ada hal wajib diketahui dulu. Tinjauan ilmiah menilai rebung bermanfaat, namun keamanan pengolahan tetap kunci.
Studi ini diterbitkan dalam jurnal Advances in Bamboo Science. Tim dipimpin peneliti Universitas Anglia Ruskin, Inggris, dan menelaah temuan manusia serta laboratorium.
Rebung sudah lama menjadi bahan masakan di banyak wilayah Asia. Peneliti menilai pangan ini bisa lebih populer secara global, bila aman.
| Baca juga: Rebung, Superfood Lokal Kaya Manfaat |
Dari sisi gizi, rebung rendah lemak dan kaya serat, rebung juga mengandung protein, asam amino esensial, vitamin, dan mineral. Mineralnya antara lain kalium dan selenium, dengan vitamin B dan E.
Dalam uji pada manusia, konsumsi rebung dikaitkan dengan gula darah lebih terkontrol. Ini memberi sinyal dukungan untuk manajemen diabetes sebagai bagian pola makan.
Tinjauan itu juga mencatat perubahan kolesterol yang lebih baik pada sebagian peserta. Kolesterol yang lebih terjaga umumnya berkaitan dengan risiko jantung yang lebih rendah.
Serat rebung dilaporkan membantu kerja usus dan membuat pencernaan lebih nyaman. Eksperimen laboratorium juga mengarah pada pertumbuhan bakteri baik di saluran cerna.
Beberapa laporan menilai rebung mendukung antioksidan dan membantu meredam peradangan, Peneliti juga menyorot potensi bambu mengurangi zat berbahaya saat makanan digoreng. Temuan ini membuka peluang rebung untuk menu rumahan yang lebih aman.
Namun, rebung harus diolah benar karena beberapa jenis mengandung senyawa pelepas sianida. Risiko lain muncul bila dikonsumsi tidak tepat, termasuk gangguan pada hormon tiroid.
Peneliti menyarankan merebus rebung sampai matang, lalu membuang air rebusannya setelah itu, rebung dibilas dan dimasak ulang sesuai menu keluarga. Langkah ini membantu menurunkan risiko zat berbahaya yang tersisa.
Lee Smith berkata, “Bambu bisa jadi tambahan diet yang sehat dan berkelanjutan, bila disiapkan benar.” Ia menekankan manfaat berasal dari kandungan gizi, tetapi bukti manusia masih terbatas.
Peneliti hanya menemukan sedikit riset manusia yang memenuhi kriteria ulasan. Karena itu, mereka meminta uji klinis lebih besar sebelum rekomendasi tegas diberikan.
Berita ini diolah dan disunting dengan melibatkan teknologi AI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....