Kue Cucur, Si Manis Tradisional dengan Nama Beragam
- 16 Jun 2025 07:09 WIB
- Gorontalo
KBRN, Gorontalo: Kuliner Nusantara memang selalu menarik untuk disimak. Salah satu kue tradisional yang sudah akrab di lidah masyarakat Indonesia adalah kue cucur. Namun, tahukah Anda? Meski bahan dan bentuknya serupa, kue cucur ternyata punya nama yang berbeda-beda di sejumlah daerah di Indonesia."
Di wilayah Betawi, kue ini dikenal dengan sebutan kue cucur, sebagaimana yang paling sering kita dengar. Biasanya disajikan dalam acara hajatan, syukuran, atau sekadar teman minum teh di sore hari.
Sementara di Bali, kue cucur disebut jaje cucur. Jaje berarti kue dalam bahasa Bali. Jaje cucur seringkali hadir dalam upacara adat dan persembahan sebagai simbol kelimpahan rejeki.
Berpindah ke Kalimantan, khususnya di Kalimantan Selatan, kue cucur dikenal dengan nama kue cucur banjar yang biasanya lebih tebal dan legit, menyesuaikan dengan selera masyarakat Banjar yang menyukai cita rasa manis yang kaya.
| Baca juga: Bolu Kukus Ubi Legit dan Mekar |
Di Sulawesi, khususnya di Gorontalo, kue cucur kadang disebut juga sebagai wadeng cucur atau cucur manis, dan menjadi sajian dalam pesta adat maupun hari besar keagamaan.
Sementara di beberapa daerah di Sumatra, seperti Minangkabau, kue ini tetap disebut cucur, namun sering hadir bersama dengan kue-kue basah lainnya dalam acara pernikahan atau baralek.
Meski penyebutannya beragam, bahan utama kue cucur tetap sama: tepung beras, gula merah, santan, dan sedikit garam. Yang membedakan biasanya hanya teknik memasak, ketebalan, maupun ukuran kue.
Keberagaman nama kue cucur ini menunjukkan betapa kaya dan berwarnanya budaya kuliner Indonesia. Masing-masing daerah memberi sentuhan lokal pada kue sederhana ini, menjadikannya bagian dari identitas kuliner yang unik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....