Tracking Kasus Malaria di Kabupaten Gorontalo Diperkuat, Sasar Warga Berisiko
- 29 Sep 2026 10:47 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo terus memperkuat tracking kasus malaria dengan menyasar warga yang memiliki faktor risiko, termasuk pekerja yang memiliki riwayat aktivitas di kawasan pertambangan serta anggota keluarganya, Senin 28 September 2026.
Langkah tersebut dilakukan melalui seluruh Puskesmas bersama pemerintah kecamatan dan desa sebagai tindak lanjut rapat koordinasi penanganan dan penanggulangan malaria yang dipimpin Bupati Gorontalo pada Jumat 25 September 2026.
Petugas Puskesmas bersama pemerintah kecamatan dan desa diinstruksikan mengidentifikasi warga sasaran, menggali riwayat perjalanan dan aktivitas di kawasan pertambangan, serta menanyakan keluhan atau gejala yang mengarah pada malaria.
“Kita menindaklanjuti arahan Bapak Bupati dengan memperkuat kegiatan di lapangan. Puskesmas bersama kecamatan dan pemerintah desa melakukan tracking terhadap masyarakat yang memiliki faktor risiko, termasuk pekerja yang memiliki riwayat aktivitas di kawasan pertambangan dan keluarganya. Yang kita pastikan adalah siapa yang berisiko, siapa yang sudah diperiksa, dan apabila ditemukan positif harus segera diobati sampai tuntas,” Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Afriyani Katili.
Afriyani juga mengimbau warga yang memiliki riwayat aktivitas di wilayah berisiko tidak menunggu hingga kondisi sakit untuk memeriksakan diri.
“Jangan menunggu masyarakat datang dalam kondisi sakit. Kalau ada riwayat perjalanan atau aktivitas di wilayah berisiko, apalagi disertai demam, menggigil, sakit kepala atau keluhan lain yang mengarah pada malaria, segera laporkan dan periksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan,” tambahnya.
Selain tracking dan pemeriksaan, petugas memberikan edukasi mengenai gejala malaria dan pencegahan gigitan nyamuk. Data hasil penelusuran dan pemeriksaan dari seluruh Puskesmas akan dievaluasi secara berkala untuk menentukan tindak lanjut di masing-masing wilayah.
“Target kita bukan hanya menemukan kasus. Yang lebih penting, setiap kasus positif segera mendapatkan pengobatan dan dipastikan tuntas, sementara masyarakat yang berisiko terus kita telusuri. Dengan kerja bersama sampai ke desa, kita ingin penularan malaria dapat dikendalikan,” tutup Afriyani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....