Tidur Larut dan Makan Malam Picu Masalah Kesehatan

  • 29 Sep 2026 10:42 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Kebiasaan tidur larut malam yang disertai makan pada waktu malam perlu mendapat perhatian, terutama jika dilakukan berulang. Pola tersebut dapat membuat tubuh kurang mendapatkan waktu tidur yang cukup sekaligus meningkatkan asupan kalori pada waktu yang kurang tepat.

Makan mendekati waktu tidur juga dapat memengaruhi proses metabolisme. Sebuah uji klinis acak pada orang dewasa sehat menemukan bahwa makan malam pada pukul 22.00, dibandingkan pukul 18.00, menyebabkan kadar glukosa lebih tinggi setelah makan, menunda puncak trigliserida serta menurunkan pembakaran lemak pada malam hari.

Penelitian lain menunjukkan, makan lebih larut dapat meningkatkan rasa lapar dan mengubah hormon yang mengatur nafsu makan. Kondisi tersebut berpotensi membuat seseorang lebih mudah mengonsumsi makanan dalam jumlah lebih banyak. Namun, waktu makan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kenaikan berat badan karena jumlah kalori, kualitas makanan, aktivitas fisik dan pola tidur juga berperan.

Kebiasaan makan berlebihan secara terus-menerus dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan dan penumpukan lemak, termasuk lemak visceral yang berada di sekitar organ dalam. Lemak visceral berlebih berkaitan dengan berbagai gangguan metabolisme, sehingga menjaga berat badan dan pola makan tetap seimbang menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan.

Tidur yang kurang juga memiliki kaitan dengan kesehatan metabolik. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC menyebutkan, tidur kurang dari tujuh jam per malam pada orang dewasa berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung dan stroke.

Kurang tidur juga dapat memengaruhi pengaturan rasa lapar dan metabolisme. CDC mencatat bahwa penelitian menemukan keterkaitan antara pembatasan tidur dengan perubahan toleransi glukosa, sensitivitas insulin serta hormon yang berhubungan dengan rasa lapar dan kenyang.

Makan terlalu dekat dengan waktu berbaring juga dapat memperburuk keluhan pada orang yang mengalami gastroesophageal reflux disease atau GERD. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menyarankan penderita gejala GERD pada malam hari untuk memberi jarak setidaknya tiga jam antara waktu makan dan berbaring atau tidur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....