Eyelash Extension Berulang Bisa Ganggu Kelenjar Mata

  • 20 Sep 2026 11:30 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Penggunaan eyelash extension atau sambung bulu mata yang dilakukan berulang kali perlu mendapat perhatian, terutama terhadap kesehatan kelopak dan permukaan mata. Salah satu bagian yang dapat terdampak adalah kelenjar meibom, yakni kelenjar kecil di sepanjang tepi kelopak mata yang menghasilkan minyak atau meibum untuk membantu menjaga lapisan air mata agar tidak cepat menguap.

Gangguan pada kelenjar meibom dikenal sebagai meibomian gland dysfunction (MGD). Kondisi ini dapat terjadi ketika saluran kelenjar mengalami penyumbatan atau produksi minyaknya berubah, sehingga kestabilan lapisan air mata terganggu. Menurut American Academy of Ophthalmology melalui EyeWiki, MGD dapat menyebabkan iritasi mata dan berperan dalam terjadinya mata kering akibat penguapan air mata yang berlebihan.

Temuan terbaru yang dipresentasikan pada Kongres European Society of Cataract and Refractive Surgeons (ESCRS) 2026 turut menyoroti penggunaan eyelash extension secara berulang. Penelitian tersebut melibatkan 345 perempuan berusia 16–28 tahun. Dari kelompok yang menjalani prosedur lebih dari 10 kali, pemeriksaan meibography menunjukkan tanda gangguan kelenjar meibom pada sekitar 85 persen peserta.

Penelitian yang sama mencatat sekitar 58 persen pengguna eyelash extension menjalani pemasangan ulang setiap tiga hingga empat minggu. Hampir setengah peserta yang pernah menjalani prosedur, yakni 47,6 persen, melaporkan keluhan setelah pemasangan seperti rasa tidak nyaman, mata merah, berair, atau gatal. Temuan tersebut menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan berulang dan sejumlah perubahan pada kesehatan permukaan mata, meski penelitian tersebut tidak membuktikan bahwa eyelash extension menjadi satu-satunya penyebab gangguan tersebut.

Studi lain yang diterbitkan dalam Contact Lens and Anterior Eye pada 2024 juga menemukan adanya perubahan sementara pada permukaan mata setelah pemasangan eyelash extension. Penelitian terhadap 32 peserta menemukan 84,44 persen mengalami gejala mata satu jam setelah prosedur, dengan sensasi seperti ada benda asing menjadi keluhan yang paling sering. Stabilitas lapisan air mata juga menurun pada pemeriksaan tertentu selama periode setelah pemasangan.

Selain itu, EyeWiki mencatat eyelash extension dapat dikaitkan dengan sejumlah gangguan mata, antara lain blefaritis alergi, iritasi, kemerahan, mata berair, hingga sensasi benda asing. Bahan perekat yang digunakan juga dapat menimbulkan reaksi pada sebagian orang, sementara kebersihan area kelopak yang kurang baik berpotensi memperburuk iritasi atau peradangan.

Meski demikian, temuan tersebut tidak berarti setiap pengguna eyelash extension pasti mengalami kerusakan kelenjar meibom atau mata kering. Risiko dapat dipengaruhi frekuensi pemasangan, kondisi kelopak mata, kebersihan, bahan perekat, serta respons masing-masing individu. Karena itu, keluhan seperti mata merah berkepanjangan, perih, gatal, berair, sensasi berpasir atau benda asing, maupun penglihatan yang terganggu sebaiknya diperiksakan kepada dokter mata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....