Betis, Pompa Penting Aliran Darah

  • 20 Sep 2026 15:35 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Otot betis, terutama gastrocnemius dan soleus, kerap disebut sebagai “jantung kedua” tubuh. Istilah tersebut bukan berarti betis memiliki fungsi yang sama dengan jantung, melainkan menggambarkan perannya sebagai pompa otot yang membantu mengembalikan darah vena dari tungkai menuju jantung.

Saat seseorang berjalan atau menggerakkan pergelangan kaki, otot betis berkontraksi dan memberikan tekanan pada pembuluh darah vena. Bersama katup-katup vena yang membantu mencegah darah mengalir kembali ke bawah, mekanisme ini membantu mendorong darah melawan gravitasi menuju jantung. Kajian anatomi menunjukkan bahwa pompa betis merupakan salah satu pompa vena paling penting pada tungkai bawah.

Mekanisme tersebut menjadi semakin penting ketika seseorang banyak beraktivitas dengan posisi berdiri atau duduk. Gerakan kaki dan kontraksi otot betis membantu mengurangi penumpukan darah di tungkai. Sebaliknya, keterbatasan gerak dapat membuat kerja pompa otot betis berkurang sehingga aliran balik vena menjadi kurang optimal.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Blood menemukan adanya hubungan antara fungsi pompa otot betis yang rendah dengan risiko tromboemboli vena. Dalam studi terhadap 1.532 orang, gangguan pompa betis bilateral berkaitan dengan peningkatan kejadian tromboemboli vena, meski hasil tersebut tetap perlu dipahami dalam konteks faktor risiko lainnya.

Fungsi pompa betis juga berkaitan dengan kondisi penyakit vena kronis. Tinjauan ilmiah menemukan bahwa pasien dengan penyakit vena kronis dapat mengalami penurunan kemampuan ejeksi pompa otot betis. Kondisi gangguan sirkulasi vena tersebut dapat berkaitan dengan gejala seperti pembengkakan, perubahan kulit, varises hingga luka pada tungkai.

Karena itu, menjaga betis tetap aktif dapat menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat. Berjalan kaki, menggerakkan pergelangan kaki, melakukan peregangan, serta latihan sederhana seperti mengangkat dan menurunkan tumit dapat membantu mengaktifkan otot betis. Namun, olahraga bukan pengganti pemeriksaan medis bagi orang yang memiliki penyakit pembuluh darah atau faktor risiko pembekuan darah.

Yang perlu diperhatikan, pembengkakan pada kaki tidak selalu hanya disebabkan kurang bergerak. Pembengkakan yang muncul tiba-tiba, terutama pada satu kaki dan disertai nyeri, kemerahan, atau rasa hangat, perlu mendapat perhatian medis karena dapat berkaitan dengan masalah pembuluh darah, termasuk trombosis vena dalam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....