Kenali Buah Musiman yang Tinggi Gula

  • 14 Sep 2026 08:48 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Buah-buahan seperti mangga, durian, anggur, nangka, sawo, pisang, dan rambutan dikenal memiliki rasa manis dan menjadi pilihan banyak orang. Namun, anggapan bahwa buah dengan rasa manis harus dihindari sepenuhnya tidak tepat. Buah tetap merupakan bagian penting dari pola makan bergizi seimbang.

Kementerian Kesehatan RI menempatkan buah dan sayuran sebagai bagian penting dalam pola makan sehari-hari. Melalui konsep “Isi Piringku”, setengah bagian piring dianjurkan berisi sayur dan buah, sementara bagian lainnya terdiri atas makanan pokok dan lauk-pauk.

Rasa manis pada buah berasal antara lain dari gula alami yang terdapat di dalam struktur buah. Hal ini berbeda dengan free sugars atau gula bebas, seperti gula yang ditambahkan ke makanan dan minuman serta gula yang terdapat secara alami dalam madu, sirup dan jus buah. WHO merekomendasikan agar konsumsi gula bebas dibatasi kurang dari 10 persen kebutuhan energi harian, dengan manfaat tambahan bila ditekan hingga di bawah 5 persen.

Karena itu, mengonsumsi mangga, pisang, anggur, nangka, rambutan, sawo maupun durian tidak otomatis membuat seseorang kelebihan gula. Yang lebih penting adalah jumlah, frekuensi, bentuk konsumsi, dan keseluruhan pola makan. Buah utuh umumnya menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan buah yang diolah menjadi minuman manis atau jus dengan tambahan gula.

WHO merekomendasikan konsumsi sedikitnya 400 gram buah dan sayuran per hari atau sekitar lima porsi. Pola makan yang kaya buah, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan dan sumber pangan bergizi lainnya berkaitan dengan pola makan yang lebih sehat.

Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa buah dan sayuran merupakan sumber berbagai vitamin, mineral, air, serat serta senyawa antioksidan. Karena itu, buah tidak seharusnya hanya dilihat dari kandungan gulanya, tetapi sebagai bagian dari keseluruhan asupan zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

Meski demikian, bukan berarti buah yang rasanya sangat manis boleh dikonsumsi tanpa memperhatikan porsi. Terutama bagi orang yang sedang mengatur asupan energi atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, pilihan jenis dan jumlah buah sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan pola makan yang tepat.

Jadi, pesan pentingnya bukan “jangan makan buah manis”, melainkan makan buah secara beragam dan dalam porsi yang wajar. Pilih buah utuh, kurangi tambahan gula dan minuman manis, serta tetap lengkapi makanan dengan sayuran, protein dan sumber karbohidrat yang sesuai. Dengan cara tersebut, buah yang manis tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat dan seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....