Temulawak, Warisan Herbal Nusantara yang Tetap Dikenal

  • 31 Agt 2026 08:35 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo — Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki kekayaan tanaman herbal. Di antara berbagai jenis tanaman obat yang telah lama dimanfaatkan masyarakat, temulawak menjadi salah satu rimpang yang cukup populer dalam pengobatan tradisional.

Temulawak memiliki nama ilmiah Curcuma xanthorrhiza dan masih termasuk dalam keluarga yang sama dengan kunyit. Meski demikian, keduanya memiliki sejumlah perbedaan, mulai dari bentuk rimpang, warna, aroma hingga karakteristiknya.

Rimpang temulawak umumnya berukuran cukup besar dengan permukaan kulit berwarna cokelat kekuningan. Ketika dibelah, bagian dalamnya tampak berwarna kuning hingga jingga dan mengeluarkan aroma khas yang cukup kuat. Karakteristik tersebut membuat temulawak relatif mudah dikenali.

Dalam tradisi masyarakat Indonesia, temulawak telah lama digunakan sebagai bahan minuman herbal dan jamu. Rimpangnya dapat direbus secara langsung, dikeringkan terlebih dahulu, maupun diolah menjadi berbagai produk herbal. Cita rasanya cenderung pahit dengan aroma rempah yang khas sehingga kerap dipadukan dengan madu, gula aren, atau bahan alami lainnya.

Temulawak juga mengandung sejumlah senyawa yang menjadi perhatian dalam penelitian, di antaranya kurkuminoid dan minyak atsiri. Salah satu komponen minyak atsiri yang dikenal terdapat dalam temulawak adalah xanthorrhizol. Berbagai penelitian telah mengkaji potensi senyawa tersebut, termasuk aktivitas antioksidan dan berbagai sifat biologis lainnya.

Dalam pemanfaatan secara tradisional, temulawak kerap dikonsumsi sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan serta membantu mendukung fungsi pencernaan. Pemanfaatan tersebut turut menjadikan temulawak sebagai salah satu bahan yang banyak digunakan dalam produk jamu dan obat herbal tradisional Indonesia.

Meski berasal dari bahan alami, konsumsi temulawak tetap perlu dilakukan secara bijak. Herbal tidak otomatis dapat menggantikan pengobatan medis. Orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, rutin mengonsumsi obat, maupun sedang hamil sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi temulawak dalam jumlah atau bentuk tertentu.

Popularitas gaya hidup berbasis bahan alami turut membuat temulawak kembali mendapat perhatian. Rimpang berwarna kuning jingga ini menunjukkan bahwa kekayaan hayati Nusantara bukan hanya bagian dari warisan pengobatan tradisional, tetapi juga memiliki potensi yang masih terus dipelajari melalui penelitian modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....