Sering Kesemutan? Waspada, Bisa Jadi Tanda Penyakit
- 30 Agt 2026 19:34 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID,Gorontalo - Kesemutan pada tangan maupun kaki merupakan keluhan yang hampir pernah dialami setiap orang. Sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum, mati rasa, hingga terasa seperti dikerubuti semut biasanya muncul setelah seseorang terlalu lama berada dalam satu posisi.
Namun, masyarakat perlu waspada apabila kesemutan terjadi terlalu sering, berlangsung lama, atau muncul tanpa pemicu yang jelas. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan pada saraf maupun masalah kesehatan tertentu.
Kesemutan atau dalam istilah medis dikenal sebagai parestesia dapat disertai sejumlah keluhan lain, seperti kebas, rasa nyeri terbakar, hingga bagian tubuh tertentu terasa lemah. Salah satu penyebab yang umum adalah adanya tekanan atau jepitan pada saraf.
Tekanan tersebut tidak hanya dapat mengganggu saraf, tetapi dalam kondisi tertentu juga dapat memengaruhi pembuluh darah sehingga aliran darah dan oksigen menuju jaringan saraf ikut terganggu. Akibatnya, muncul sensasi mati rasa atau kesemutan yang terasa mengganggu.
| Baca juga: Kenali Tanda Bahaya di Balik Sakit Kepala |
Kesemutan Bisa Hilang dengan Mengubah Posisi
Kesemutan yang terjadi karena posisi tubuh biasanya dapat berangsur-angsur menghilang setelah posisi diubah. Menggerakkan kaki atau menggoyangkan telapak kaki juga dapat membantu mengembalikan sirkulasi darah.
Memijat bagian kaki yang mengalami kesemutan secara perlahan juga dapat dilakukan untuk membantu mengurangi ketegangan otot dan membuat tubuh terasa lebih nyaman.
Selain itu, penggunaan sepatu juga perlu diperhatikan. Sepatu yang terlalu sempit atau tali sepatu yang diikat terlalu kencang dapat memberikan tekanan pada kaki dan berpotensi mengganggu kenyamanan serta sirkulasi.
Karena itu, masyarakat dianjurkan menggunakan sepatu dengan ukuran yang sesuai dan tidak memberikan tekanan berlebihan pada kaki.
Kesemutan Berulang Perlu Dicari Penyebabnya
Kesemutan yang terjadi berulang dan berkepanjangan tidak sebaiknya hanya diatasi dengan cara sederhana. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan sejumlah masalah kesehatan, salah satunya neuropati perifer.
Pada penderita diabetes, misalnya, kerusakan saraf akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan neuropati diabetik. Kesemutan pada kaki menjadi salah satu keluhan yang dapat muncul pada kondisi tersebut.
Kekurangan vitamin tertentu, termasuk vitamin B12, juga dapat berkaitan dengan gangguan saraf tepi. Jika kesemutan diduga disebabkan oleh kekurangan vitamin B12, penggunaan suplemen sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan tenaga medis agar dosisnya sesuai dengan kebutuhan.
Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat memberikan obat untuk mengatasi keluhan nyeri atau merekomendasikan terapi fisik. Jika penyebabnya berkaitan dengan saraf terjepit atau kondisi tertentu lainnya, penanganan lebih lanjut dapat diperlukan.
| Baca juga: Manfaat Ikan Teri bagi Kesehatan Tubuh |
Jangan Abaikan Jika Kesemutan Makin Berat
Kesemutan sesekali yang muncul setelah duduk atau berada dalam posisi tertentu umumnya dapat mereda setelah posisi tubuh diperbaiki.
Namun, apabila kesemutan terus berlangsung, sering kambuh tanpa sebab yang jelas, semakin berat, atau disertai kelemahan pada anggota tubuh, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Penanganan yang tepat harus disesuaikan dengan penyebab. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak sembarangan mengonsumsi obat atau suplemen hanya untuk menghilangkan gejala tanpa mengetahui sumber masalahnya.
Langkah Sederhana untuk Mencegah Kesemutan
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan, sejumlah kebiasaan dapat dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan kaki dan mengurangi risiko munculnya gangguan yang berkaitan dengan kesemutan.
Beberapa di antaranya adalah melakukan kontrol rutin bagi penderita diabetes dan memantau kadar gula darah, memeriksa kondisi kaki secara berkala, berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol, rutin berolahraga, mendapatkan istirahat yang cukup, serta mengelola stres dengan baik.
Pada akhirnya, kesemutan tidak selalu berarti adanya penyakit serius. Namun, ketika keluhan muncul berulang, menetap, atau semakin berat, kondisi tersebut tidak boleh dianggap remeh.
Memeriksakan diri ke dokter menjadi langkah penting untuk memastikan penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat sebelum keluhan berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....