Gigi Berlubang Kecil, Jangan Tunggu Jadi Parah
- 30 Agt 2026 12:13 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo — Gigi berlubang sering kali dianggap sebagai masalah sepele, terutama ketika lubangnya masih kecil dan belum menimbulkan rasa sakit. Padahal, kerusakan pada gigi dapat terus berkembang apabila tidak ditangani. Bakteri dan sisa makanan dapat masuk ke bagian gigi yang mengalami kerusakan, memicu rasa ngilu hingga nyeri yang semakin mengganggu.
Kondisi tersebut dikenal sebagai karies gigi, yakni kerusakan jaringan keras gigi yang berkembang secara bertahap. Jika dibiarkan, kerusakan dapat mencapai lapisan gigi yang lebih dalam dan menyebabkan nyeri. Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Karies Gigi sebagai acuan penanganan kondisi tersebut.
Tanda yang perlu diperhatikan antara lain gigi terasa ngilu ketika mengonsumsi makanan atau minuman dingin dan manis, munculnya titik hitam atau lubang pada permukaan gigi, hingga bau mulut. Keluhan yang semakin berat, seperti sakit berdenyut, gusi membengkak atau kesulitan makan dan tidur, sebaiknya tidak hanya ditangani dengan obat pereda nyeri, tetapi diperiksakan kepada dokter gigi.
Kementerian Kesehatan pada 2025 menyebutkan, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), sebanyak 57 persen penduduk berusia di atas tiga tahun mengalami masalah gigi. Namun, hanya sekitar 11,2 persen yang mencari pengobatan. Kondisi ini menunjukkan masih banyak masalah kesehatan gigi yang berpotensi dibiarkan sampai menimbulkan keluhan lebih berat.
Pencegahan sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah. Kemenkes menganjurkan menyikat gigi minimal dua kali sehari, yakni setelah sarapan dan sebelum tidur, menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Menyikat gigi dilakukan sekitar dua menit dan seluruh permukaan gigi perlu dibersihkan, termasuk bagian luar, dalam serta permukaan untuk mengunyah.
Selain menjaga kebersihan gigi, konsumsi makanan dan minuman manis juga perlu dibatasi. Makanan maupun minuman yang mengandung gula dapat berkontribusi terhadap pembentukan asam oleh bakteri di plak, yang kemudian merusak permukaan gigi. Karena itu, menjaga pola makan dan membersihkan gigi secara rutin menjadi bagian penting dalam mencegah karies.
Pemeriksaan ke dokter gigi juga tidak harus menunggu sampai muncul rasa sakit. Kemenkes menganjurkan pemeriksaan gigi dan mulut secara berkala, dan untuk kondisi umum dapat dilakukan sekitar enam bulan sekali. Pada orang dengan risiko karies tertentu, frekuensi pemeriksaan dapat disesuaikan berdasarkan penilaian tenaga kesehatan.
Lubang kecil pada gigi sebaiknya tidak dianggap sebagai persoalan kosmetik semata. Semakin dini kerusakan ditemukan dan ditangani, semakin besar peluang mempertahankan struktur gigi. Menjaga kebersihan mulut, membatasi konsumsi gula, menggunakan pasta gigi berfluoride serta rutin memeriksakan gigi merupakan langkah sederhana untuk mencegah masalah berkembang menjadi lebih serius.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....