Waspada! Kenali Sinyal Gula Darah Tinggi
- 30 Agt 2026 12:13 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Gula darah tinggi atau hiperglikemia perlu diwaspadai karena dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas pada sebagian orang. Namun, tubuh dapat memberikan sejumlah tanda, seperti mudah lemas atau kelelahan, sering merasa haus, lebih sering buang air kecil, pandangan kabur, hingga kesemutan pada tangan dan kaki.
Keluhan lain yang perlu diperhatikan antara lain mulut terasa kering, kulit gatal dan kering, mudah mengalami infeksi, serta luka yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh. Kementerian Kesehatan menyebut sering buang air kecil, mudah haus, pandangan kabur, kesemutan, kulit kering dan luka sulit sembuh sebagai sejumlah gejala yang dapat berkaitan dengan diabetes melitus.
Beberapa tanda dalam kehidupan sehari-hari juga dapat muncul dalam bentuk sakit kepala, sakit gigi, mual, muntah, kebingungan, sulit berkonsentrasi, maupun tubuh yang terasa sangat lelah. Meski demikian, keluhan tersebut tidak otomatis berarti seseorang mengalami gula darah tinggi, karena dapat disebabkan berbagai kondisi kesehatan lainnya.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menjelaskan, gejala diabetes yang umum meliputi rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, kelelahan, perubahan penglihatan, penurunan berat badan, dan rasa lapar terus-menerus. Diabetes sendiri merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak memproduksi insulin secara cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.
Di Indonesia, persoalan diabetes juga menjadi perhatian. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi diabetes pada penduduk usia 15 tahun ke atas berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah mencapai 11,7 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan prevalensi berdasarkan diagnosis dokter yang mencapai 2,2 persen. Kesenjangan ini menunjukkan masih banyak orang yang mungkin memiliki kadar gula darah tinggi tetapi belum mengetahui status kesehatannya.
Di Provinsi Gorontalo, SKI 2023 mencatat 32,7 persen penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak terdiagnosis diabetes melakukan pemeriksaan gula darah minimal satu tahun sekali, sementara 58,8 persen mengaku belum pernah melakukan pemeriksaan gula darah. Data ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko.
Kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan saraf. Dampaknya dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi, termasuk gangguan penglihatan, penyakit ginjal, penyakit jantung, stroke, hingga masalah pada kaki. Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan saraf dan pembuluh darah sehingga luka, khususnya pada kaki, lebih sulit sembuh.
Karena itu, munculnya beberapa gejala secara bersamaan sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan gula darah di fasilitas pelayanan kesehatan dapat membantu memastikan kondisi sebenarnya. Pencegahan diabetes tipe 2 juga dapat dilakukan dengan menjaga pola makan, rutin melakukan aktivitas fisik, mempertahankan berat badan ideal, tidak merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. WHO menegaskan diabetes dapat ditangani dan komplikasinya dapat dicegah atau ditunda melalui pola hidup sehat, pengobatan yang tepat, serta skrining dan pemantauan rutin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....