Telapak Kaki Sakit saat Berjalan, Kenali Penyebabnya

  • 30 Agt 2026 12:14 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo — Nyeri pada telapak kaki saat berjalan tidak selalu disebabkan oleh aktivitas fisik berlebihan. Keluhan tersebut dapat muncul karena berbagai kondisi, mulai dari peradangan jaringan telapak kaki, kadar asam urat yang berkaitan dengan gout, hingga penggunaan sepatu yang terlalu sempit atau kurang memberikan dukungan pada kaki.

Salah satu penyebab yang cukup umum adalah plantar fasciitis, yakni gangguan pada plantar fascia, jaringan kuat yang membentang di sepanjang bagian bawah kaki dan membantu menopang lengkung kaki. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri terutama di sekitar tumit dan telapak kaki, dengan rasa sakit yang sering lebih terasa ketika mulai berjalan setelah bangun tidur atau setelah lama beristirahat.

Istilah taji tulang atau heel spur juga kerap dikaitkan dengan nyeri tumit. Namun, keberadaan taji tulang pada pemeriksaan rontgen tidak otomatis menjadi penyebab rasa sakit. Mayo Clinic menjelaskan bahwa taji tulang dapat ditemukan pada penderita plantar fasciitis, tetapi taji itu sendiri umumnya bukan sumber nyeri. Karena itu, diagnosis sebaiknya dilakukan berdasarkan pemeriksaan tenaga kesehatan, bukan hanya dari hasil pencitraan.

Penyebab lain adalah gout atau penyakit asam urat, yang terjadi ketika kristal urat terbentuk dan menumpuk di dalam atau sekitar persendian. Serangan gout biasanya muncul secara tiba-tiba dengan nyeri hebat, disertai pembengkakan, kemerahan dan rasa hangat, dan sering mengenai ibu jari kaki atau bagian bawah tungkai.

Meski demikian, kadar asam urat yang tinggi tidak berarti seseorang pasti menderita gout. Banyak orang dengan kadar urat tinggi tidak mengalami serangan gout, sementara diagnosis gout dapat membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan cairan sendi untuk melihat keberadaan kristal urat. Hal ini penting agar nyeri kaki tidak langsung dianggap sebagai penyakit asam urat tanpa pemeriksaan yang tepat.

Penggunaan sepatu yang terlalu sempit atau tidak nyaman juga dapat meningkatkan tekanan pada bagian bawah kaki. NHS menyarankan penggunaan sepatu yang cukup luas untuk jari-jari kaki, memiliki sol yang lembut dan tumit rendah, serta menghindari sepatu yang terlalu ketat. Aktivitas yang memicu nyeri juga sebaiknya dikurangi sementara.

Untuk keluhan yang berkaitan dengan plantar fasciitis, kompres dingin dapat membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan. Mayo Clinic merekomendasikan penggunaan es sekitar 15 menit beberapa kali sehari, dengan lapisan kain antara es dan kulit. Peregangan telapak kaki serta betis dan penggunaan alas kaki yang memiliki dukungan baik juga dapat membantu proses pemulihan.

Pijat ringan juga dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi ketegangan pada jaringan telapak kaki, tetapi sebaiknya tidak dilakukan secara agresif, terutama ketika kaki sedang mengalami pembengkakan, kemerahan, panas atau nyeri hebat. Jika nyeri menetap, semakin berat, berulang, menyebabkan sulit berjalan, atau disertai pembengkakan dan kemerahan yang signifikan, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....