Benarkah Kayu Manis Bisa Membantu Menurunkan Gula Darah? Ini Jawabannya

  • 28 Agt 2026 13:56 WIB
  •  Gorontalo
Poin Utama
  • Kayu manis berpotensi membantu mengontrol gula darah, tetapi hasil penelitian masih beragam.
  • Kayu manis tidak menggantikan pola makan sehat, aktivitas fisik, atau pengobatan diabetes.
  • Kayu manis paling tepat digunakan sebagai pelengkap makanan sehat, bukan terapi utama diabetes.

RRI.CO.ID, Gorontalo - Kayu manis sering dianggap sekadar penambah aroma, tetapi penelitian menyoroti potensinya terhadap gula darah. Meski menjanjikan, manfaatnya belum cukup kuat untuk menggantikan pola makan sehat atau pengobatan diabetes.

Kayu manis telah lama digunakan sebagai rempah sekaligus bahan pengobatan tradisional di berbagai budaya. Kini, peneliti terus menguji kemungkinan pengaruhnya terhadap pengendalian glukosa dan respons insulin.

Sejumlah penelitian menunjukkan kayu manis mungkin membantu tubuh menggunakan insulin secara lebih efektif. Namun, hasil antarpenelitian masih beragam dan manfaatnya tidak selalu sama pada setiap orang.

Seberapa Besar Pengaruh Kayu Manis pada Gula Darah?

“Kayu manis mungkin dapat sedikit meningkatkan kadar gula darah ke arah yang benar,” kata Lauri Wright. Namun, ia menegaskan rempah ini bukan pengganti pola makan sehat, olahraga, atau obat diabetes.

Meta-analisis terhadap 24 uji acak menemukan suplementasi kayu manis menurunkan beberapa indikator kontrol glikemik. Peneliti menyebut kayu manis berpotensi menjadi terapi pendamping bagi penderita diabetes tipe 2.

NCCIH mencatat tinjauan 16 studi menemukan penurunan gula darah puasa dan resistensi insulin. Namun, perbedaan dosis, durasi, dan peserta membuat kesimpulan klinisnya belum pasti.

Dua jenis kayu manis yang umum ditemukan adalah cassia dan Ceylon. Wright mengatakan perbedaan manfaat keduanya terhadap gula darah tampaknya cukup kecil.

Cassia mengandung kumarin yang dapat bermasalah bila dikonsumsi berlebihan pada sebagian orang. Pengguna obat diabetes sebaiknya membicarakan penggunaan suplemen kayu manis dengan tenaga kesehatan.

Apakah Kunyit Lebih Baik untuk Gula Darah?

Kunyit juga diteliti karena mengandung kurkumin dengan sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Sejumlah penelitian menemukan kurkumin berpotensi memengaruhi beberapa indikator pengendalian gula darah.

Namun, banyak penelitian kunyit menggunakan suplemen kurkumin pekat, bukan sedikit bubuk dalam masakan. Karena itu, hasil penelitian suplemen tidak otomatis berlaku pada konsumsi kunyit sehari-hari.

Wright menilai bukti mengenai kayu manis dan gula darah saat ini terlihat lebih kuat. Meski begitu, kedua rempah tetap lebih tepat dipandang sebagai pelengkap pola makan.

Bagaimana Cara Terbaik Mengonsumsi Kayu Manis?

Wright menyarankan kayu manis dipandang sebagai tambahan sehat, bukan bahan utama pengendali gula darah. Rempah ini menambah rasa tanpa membutuhkan tambahan gula atau garam.

Kayu manis dapat ditambahkan pada oatmeal dengan beri dan kacang, atau yogurt tawar dengan buah. Pilihan lain ialah roti gandum utuh dengan selai kacang atau almond.

Serat, protein, dan lemak sehat memiliki peran lebih besar dalam membantu menjaga kestabilan gula darah. Pola makan seimbang dan aktivitas fisik tetap menjadi dasar pengelolaan diabetes.

Jadi, kayu manis berpotensi membantu, tetapi buktinya belum cukup untuk menjadikannya terapi diabetes. Penggunaannya lebih tepat sebagai pelengkap makanan sehat, bukan pengganti pengobatan yang diresepkan dokter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....