Bangkai Tikus di Jalan Picu Ancaman Leptospirosis
- 10 Agt 2026 12:08 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID ,Gorontalo - Bangkai tikus yang berserakan di jalan raya kerap dianggap sebagai pemandangan biasa. Hewan pengerat yang mati setelah tertabrak kendaraan biasanya dibiarkan begitu saja hingga mengering atau dibersihkan oleh petugas maupun masyarakat.
Namun, kondisi tersebut ternyata tidak boleh disepelekan. Selain mengganggu kebersihan dan kenyamanan pengguna jalan, bangkai tikus berpotensi menjadi salah satu sumber paparan bakteri Leptospira, penyebab penyakit leptospirosis.
Praktisi Bisnis Lingkungan, Bang Sap, mengingatkan masyarakat mengenai potensi risiko tersebut melalui sebuah video edukasi yang diunggah di akun Instagram pribadinya.
Dalam penjelasannya, Bang Sap menyebut ancaman tikus tidak hanya berasal dari kontak langsung seperti gigitan. Tikus dapat membawa bakteri Leptospira yang dapat ditemukan pada ginjal hewan tersebut dan dikeluarkan ke lingkungan terutama melalui urine.
“Yang bikin tikus berbahaya itu bukan gigitannya, tapi bakteri yang bernama Leptospira,” jelas Bang Sap dalam video tersebut.
Menurutnya, bangkai tikus yang terlindas kendaraan dapat membuat cairan tubuh hewan tersebut keluar dan mencemari permukaan jalan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko paparan bagi orang yang bersentuhan dengan lingkungan yang tercemar, terutama ketika terdapat air atau permukaan yang basah.
Bukan hanya pengendara yang perlu memperhatikan kondisi tersebut. Pejalan kaki, petugas kebersihan maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalan juga dapat berisiko terpapar apabila terjadi kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi.
Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat ditularkan dari hewan kepada manusia. Penularannya umumnya terjadi ketika seseorang bersentuhan dengan air, tanah atau lingkungan yang telah tercemar urine hewan yang membawa bakteri Leptospira.
Risiko paparan dapat meningkat apabila seseorang memiliki luka atau goresan pada kulit. Bakteri juga dapat masuk melalui bagian tubuh tertentu yang bersentuhan dengan air atau lingkungan tercemar.
Karena itu, genangan air setelah hujan, saluran air, lingkungan yang kotor serta kawasan yang banyak dihuni tikus perlu mendapat perhatian lebih.
Indonesia sebagai negara beriklim tropis juga memiliki kondisi lingkungan yang memungkinkan bakteri Leptospira bertahan pada lingkungan tertentu, khususnya tempat yang lembap dan terdapat air.
Leptospirosis dapat menimbulkan gejala yang pada tahap awal menyerupai sejumlah penyakit lain. Demam, sakit kepala, nyeri otot, tubuh terasa lemah, mual dan muntah merupakan beberapa keluhan yang dapat muncul.
Pada kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi lebih serius dan memengaruhi organ tubuh. Karena itu, seseorang yang mengalami keluhan setelah memiliki riwayat kontak dengan lingkungan yang berpotensi tercemar sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Masyarakat juga tidak perlu menunggu sampai melihat tikus mati untuk mulai meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, menghindari kontak langsung dengan genangan atau lingkungan yang diduga tercemar, serta menggunakan perlindungan yang sesuai ketika harus membersihkan area tersebut.
Bangkai tikus di jalan sebaiknya tidak disentuh langsung menggunakan tangan kosong. Jika harus membersihkannya, gunakan alat dan perlindungan yang sesuai, kemudian bersihkan area yang terkena secara aman.
Bagi pengguna kendaraan, keberadaan bangkai tikus di jalan juga menjadi pengingat untuk tetap berhati-hati. Hindari kontak langsung dengan bangkai maupun cairan tubuhnya dan segera bersihkan bagian kendaraan atau alas kaki yang diduga terkena kontaminasi.
Pada akhirnya, bangkai tikus di jalan bukan hanya persoalan estetika dan kebersihan. Keberadaannya juga menjadi pengingat pentingnya menjaga sanitasi serta mengendalikan populasi tikus di lingkungan sekitar.
Masyarakat diharapkan tidak panik, tetapi tetap waspada. Mengenali sumber risiko, menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih menjadi langkah sederhana untuk membantu mencegah penularan penyakit yang berkaitan dengan tikus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....