Kenapa Diet Ketat Sering Gagal?

  • 27 Jul 2026 10:30 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, GORONTALO : Banyak orang memilih menjalani diet ketat dengan harapan berat badan turun dalam waktu singkat. Misalnya, mengurangi makan secara drastis, menghindari hampir semua jenis karbohidrat, atau hanya mengonsumsi satu jenis makanan. Meski hasilnya mungkin terlihat pada awalnya, cara seperti ini sering kali sulit dipertahankan dalam jangka panjang. Salah satu penyebab diet ketat sering gagal adalah rasa lapar yang berlebihan. Ketika tubuh menerima terlalu sedikit kalori, rasa lapar cenderung meningkat sehingga keinginan untuk makan lebih banyak menjadi lebih sulit dikendalikan. Akibatnya, sebagian orang justru makan berlebihan setelah beberapa waktu menjalani diet.

Selain itu, diet yang terlalu membatasi pilihan makanan dapat menimbulkan rasa bosan. Saat seseorang merasa terus-menerus harus menahan diri dari makanan favoritnya, keinginan untuk "balas makan" sering muncul. Kondisi ini dapat membuat berat badan kembali naik setelah diet dihentikan. Diet ketat juga berisiko membuat tubuh kekurangan zat gizi jika tidak direncanakan dengan baik. Padahal, tubuh tetap membutuhkan karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral untuk menjalankan berbagai fungsi penting setiap hari.

Para ahli umumnya menyarankan penurunan berat badan dilakukan secara bertahap dengan pola makan yang seimbang, bukan dengan pembatasan ekstrem. Memperbanyak sayur, buah, protein tanpa lemak, mengatur porsi makan, serta rutin berolahraga biasanya lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang dibanding diet yang terlalu ketat. Pada akhirnya, keberhasilan diet bukan ditentukan oleh seberapa sedikit seseorang makan, tetapi seberapa konsisten pola hidup sehat dapat dijalani. Perubahan kecil yang dilakukan secara rutin sering memberikan hasil yang lebih baik dan lebih bertahan lama dibanding diet ketat yang hanya berlangsung sesaat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....