Terbangun tengah Malam Bikin Sulit Tidur, Ini Penyebabnya
- 05 Jul 2026 08:28 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID,Gorontalo - Pernahkah Anda tidur malam dengan rasa kantuk yang sangat berat, tetapi justru terbangun di tengah malam dan kesulitan untuk kembali terlelap? Kondisi ini ternyata cukup umum dialami banyak orang. Meski terasa mengganggu, fenomena tersebut bukan selalu menandakan adanya gangguan tidur, melainkan berkaitan dengan cara kerja alami tubuh selama siklus tidur.
Pakar kesehatan sekaligus sleep coach bersertifikat dan praktisi Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I), Vishal Dasani, menjelaskan bahwa kemampuan seseorang untuk cepat tertidur di awal malam dipengaruhi oleh tingginya dorongan tidur atau sleep pressure. Saat tubuh benar-benar lelah, tekanan tidur berada pada titik yang tinggi sehingga proses untuk terlelap berlangsung lebih cepat.
Namun, situasinya berubah ketika seseorang terbangun beberapa jam kemudian. Menurut Vishal, sebagian kebutuhan tidur tubuh sudah terpenuhi sehingga dorongan untuk tidur kembali tidak lagi sekuat saat pertama kali berbaring.
| Baca juga: Cara Tidur Nyenyak yang Patut Dicoba |
"Pada awal malam, sleep pressure masih sangat tinggi. Setelah beberapa jam tidur, tekanan tersebut mulai menurun karena tubuh telah memenuhi sebagian kebutuhan tidurnya," jelas Vishal dalam unggahan video di akun Instagramnya, dikutip Jumat (3/7/2026).
Ia menerangkan, menurunnya tekanan tidur membuat tubuh membutuhkan usaha lebih besar untuk kembali memasuki fase tidur. Bersamaan dengan itu, ritme sirkadian atau jam biologis tubuh juga perlahan mulai bergerak menuju fase bangun, terutama ketika waktu sudah mendekati pagi.
Kondisi inilah yang menjadi salah satu penyebab seseorang sering merasa mengantuk, tetapi tetap sulit memejamkan mata setelah terbangun pada dini hari.
Selain perubahan ritme sirkadian, tubuh juga mengalami perubahan hormonal. Kadar hormon melatonin yang berperan membantu proses tidur mulai menurun, sementara hormon kortisol yang berkaitan dengan kewaspadaan perlahan meningkat menjelang pagi.
Tak hanya faktor biologis, pikiran yang mulai aktif juga memperburuk keadaan. Banyak orang justru mulai memikirkan berbagai hal ketika terbangun, seperti khawatir tidak cukup tidur, memikirkan aktivitas keesokan hari, atau menghitung sisa waktu istirahat yang masih dimiliki. Kekhawatiran tersebut membuat otak semakin terjaga sehingga proses untuk kembali tertidur menjadi semakin sulit.
Karena itu, para ahli menyarankan agar tidak panik ketika terbangun di tengah malam. Tetap tenang dan menghindari pikiran yang memicu kecemasan dapat membantu tubuh kembali rileks sehingga peluang untuk tertidur lagi menjadi lebih besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....