Literasi Kesehatan Jadi Kunci Hadapi Kenaikan Harga Obat
- 27 Jun 2026 12:30 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Kenaikan harga obat menjadi tantangan yang perlu diantisipasi masyarakat melalui peningkatan literasi kesehatan. Pemahaman yang baik mengenai layanan kesehatan, prosedur berobat, hingga penggunaan obat yang tepat dinilai dapat membantu masyarakat mengambil keputusan yang aman di tengah potensi meningkatnya biaya pengobatan.
Akademisi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo, Lia Amalia, mengatakan rendahnya literasi kesehatan masih menjadi tantangan dalam pemanfaatan layanan kesehatan. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami kapan harus berobat, layanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan, alur kepesertaan BPJS, hingga perbedaan antara obat yang ditanggung jaminan kesehatan dan yang harus dibayar secara mandiri.
“Dalam konteks kenaikan harga obat saat ini, literasi kesehatan menjadi sangat penting. Jika masyarakat tidak memahami informasi tentang obat dan layanan kesehatan, mereka lebih mudah mengambil keputusan yang berisiko,” ujar Lia Amalia.
| Baca juga: Manfaat Keju untuk Kesehatan |
Ia menjelaskan, kurangnya pemahaman tersebut dapat mendorong masyarakat membeli obat tanpa resep dokter, menggunakan kembali resep lama, menghentikan konsumsi obat ketika gejala mulai membaik, hingga mengganti obat dengan produk yang belum jelas keamanan dan kualitasnya. Selain itu, kekhawatiran terhadap biaya pengobatan juga dapat menyebabkan masyarakat menunda kontrol atau pemeriksaan kesehatan yang sebenarnya diperlukan.
Lia menilai peningkatan literasi kesehatan perlu menjadi perhatian bersama melalui edukasi yang berkelanjutan dari pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, maupun institusi pendidikan. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan layanan kesehatan secara tepat sekaligus menghindari risiko yang dapat memperburuk kondisi kesehatan.
Sementara itu, pemerintah memastikan penyesuaian harga obat komersial tetap berada dalam batas yang wajar, sedangkan obat yang masuk dalam skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap dijaga agar tidak terdampak kenaikan harga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....