Asam Lambung Naik, Jangan Panik

  • 26 Jun 2026 02:46 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Asam lambung yang tiba-tiba naik atau dikenal sebagai gastroesophageal reflux disease (GERD) sering membuat penderitanya panik. Gejala yang muncul dapat berupa sensasi panas di dada (heartburn), rasa asam atau pahit di mulut, mual, kembung, hingga nyeri pada ulu hati. Meski umumnya tidak mengancam jiwa, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup apabila sering kambuh.

Saat gejala muncul, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah tetap tenang dan menjaga posisi tubuh tetap tegak, baik dengan duduk maupun berdiri. Posisi ini membantu mengurangi aliran balik asam lambung ke kerongkongan. Sebaliknya, berbaring setelah gejala muncul justru dapat memperburuk refluks asam. Berbagai pedoman internasional juga menyarankan menghindari langsung berbaring setelah makan serta meninggikan posisi kepala saat tidur bagi penderita GERD.

Beredar informasi yang menyarankan minum air hangat yang dicampur sedikit garam saat asam lambung naik. Namun, hingga kini belum terdapat bukti ilmiah yang kuat bahwa campuran air garam dapat meredakan gejala GERD. Air hangat biasa mungkin terasa lebih nyaman bagi sebagian orang, tetapi penggunaan air garam tidak termasuk dalam rekomendasi resmi penanganan GERD. Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menjadikannya sebagai terapi utama.

Selain menjaga posisi tubuh, penderita juga dianjurkan menghindari konsumsi kopi, teh berkafein, minuman bersoda, alkohol, dan makanan yang menjadi pemicu masing-masing individu. Minuman berkafein dan bersoda pada sebagian orang dapat memperburuk gejala refluks. Mengidentifikasi makanan pemicu dan menghindarinya merupakan salah satu langkah penting dalam mengendalikan kekambuhan.

Mengunyah permen karet bebas gula juga dapat membantu sebagian penderita. Aktivitas mengunyah merangsang produksi air liur yang membantu menetralkan asam di kerongkongan serta mempercepat pembersihan sisa asam. Namun, manfaat ini bersifat pendukung dan bukan pengobatan utama. Hindari permen beraroma mint apabila justru memicu gejala pada sebagian penderita.

Apabila gejala cukup mengganggu, obat antasida yang dijual bebas dapat digunakan sebagai pertolongan pertama karena bekerja menetralkan asam lambung dalam waktu singkat. Sementara itu, obat golongan proton pump inhibitor (PPI) biasanya direkomendasikan dokter untuk penderita GERD yang lebih sering kambuh atau mengalami peradangan pada kerongkongan.

Penelitian menunjukkan perubahan gaya hidup memiliki peran besar dalam mengurangi kekambuhan GERD. Menjaga berat badan ideal, makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, tidak makan 2–3 jam sebelum tidur, berhenti merokok, dan rutin berolahraga menjadi langkah yang terbukti membantu mengendalikan gejala. Jika keluhan terjadi lebih dari dua kali seminggu, disertai muntah darah, sulit menelan, penurunan berat badan tanpa sebab, atau nyeri dada hebat, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Masyarakat diimbau lebih bijak dalam menyaring informasi kesehatan yang beredar di media sosial. Tidak semua tips yang viral memiliki dasar ilmiah. Mengikuti anjuran tenaga kesehatan dan pedoman medis berbasis bukti merupakan langkah terbaik untuk mencegah komplikasi akibat penyakit asam lambung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....