Karbohidrat Tepat, Tubuh Lebih Sehat

  • 26 Jun 2026 10:47 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Karbohidrat sering kali dianggap sebagai penyebab kenaikan berat badan. Padahal, para ahli gizi menegaskan bahwa bukan semua karbohidrat berdampak buruk bagi kesehatan. Jenis, kandungan serat, serta cara pengolahannya menjadi faktor penting yang menentukan manfaat karbohidrat bagi tubuh. Memilih sumber karbohidrat yang tepat dapat membantu menjaga energi, mengontrol gula darah, hingga mempertahankan berat badan ideal.

Jagung merupakan salah satu sumber karbohidrat kompleks yang kaya serat, vitamin B, serta antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin yang berperan dalam menjaga kesehatan mata. Kandungan seratnya juga membantu melancarkan pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Penelitian menunjukkan bahwa jagung memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibanding nasi putih sehingga menjadi alternatif sumber energi yang baik jika dikonsumsi dalam porsi seimbang.

Sementara itu, nasi merah menjadi pilihan yang semakin populer karena mengandung lebih banyak serat, vitamin, dan mineral dibanding nasi putih. Proses pencernaannya lebih lambat sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Karena alasan tersebut, nasi merah sering direkomendasikan sebagai bagian dari pola makan sehat, terutama bagi mereka yang ingin mengendalikan berat badan atau berisiko mengalami diabetes.

Ubi jalar juga termasuk sumber karbohidrat kompleks yang bernilai gizi tinggi. Selain kaya serat, ubi mengandung beta-karoten yang diubah tubuh menjadi vitamin A, penting untuk menjaga kesehatan mata dan sistem imun. Meski memiliki rasa manis alami, ubi jalar tetap dapat menjadi pilihan sehat bila dikonsumsi dalam porsi yang sesuai, terutama karena kandungan seratnya membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah.

Di sisi lain, mi instan memang menjadi makanan praktis yang digemari masyarakat. Namun, para ahli mengingatkan bahwa mi instan umumnya rendah serat dan mikronutrien, serta cenderung tinggi natrium. Jika terlalu sering dikonsumsi tanpa tambahan sayuran, protein, atau buah, pola makan menjadi kurang seimbang. Meski beberapa penelitian menunjukkan indeks glikemik mi instan tidak selalu tinggi, beban glikemiknya dapat tetap besar sesuai porsinya sehingga konsumsi berlebihan tetap perlu dihindari.

Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa karbohidrat kompleks merupakan sumber energi yang lebih baik dibanding karbohidrat sederhana karena dicerna lebih lambat dan menghasilkan pelepasan glukosa secara bertahap. Hal ini membantu tubuh memperoleh energi lebih stabil sekaligus mengurangi lonjakan gula darah setelah makan. Oleh sebab itu, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi sumber karbohidrat utuh yang kaya serat, seperti jagung, ubi, beras merah, oat, dan kacang-kacangan.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa tidak ada satu jenis makanan yang dapat menjamin kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan. Pola makan sehat tetap harus dilengkapi dengan protein, lemak sehat, sayur, buah, aktivitas fisik rutin, serta tidur yang cukup. Mengatur porsi makan dan membatasi makanan ultra-proses menjadi langkah sederhana yang terbukti efektif menjaga kesehatan jangka panjang.

Bagi masyarakat Gorontalo yang memiliki beragam sumber pangan lokal seperti jagung dan ubi, memanfaatkan bahan pangan tersebut sebagai bagian dari menu harian dapat menjadi pilihan bijak. Selain mendukung kesehatan keluarga, langkah ini juga ikut melestarikan pangan lokal yang kaya gizi dan bernilai ekonomi bagi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....