Enam Minuman yang Sebaiknya Dihindari saat Kemarau
- 21 Jun 2026 14:21 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Cuaca panas yang terjadi selama musim kemarau membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan melalui keringat. Kondisi ini meningkatkan risiko dehidrasi, terutama jika kebutuhan cairan harian tidak terpenuhi. Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih cermat dalam memilih minuman agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Meski terasa menyegarkan, tidak semua minuman cocok dikonsumsi saat suhu udara sedang tinggi. Beberapa jenis minuman justru dapat mempercepat hilangnya cairan tubuh atau menimbulkan efek yang memperberat dehidrasi. Para ahli kesehatan menyarankan masyarakat untuk mengutamakan konsumsi air putih dan membatasi minuman tertentu selama musim kemarau.
Salah satu minuman yang perlu dibatasi adalah minuman bersoda. Kandungan gula yang tinggi dalam minuman ini dapat meningkatkan rasa haus dan mengganggu proses hidrasi tubuh. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi minuman ringan secara berlebihan saat cuaca panas berpotensi memperburuk dehidrasi dibandingkan dengan mengonsumsi air putih.
Minuman berkafein seperti kopi, teh pekat, dan beberapa minuman kekinian juga sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Kafein memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Pada sebagian orang yang sensitif terhadap kafein, kondisi ini dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh, terutama saat aktivitas di luar ruangan meningkat.
Selain itu, minuman berenergi juga termasuk dalam daftar yang perlu diwaspadai. Produk ini umumnya mengandung kombinasi kafein, gula, dan zat stimulan lainnya. Alih-alih menggantikan cairan yang hilang, minuman berenergi justru dapat memberikan beban tambahan bagi tubuh ketika cuaca sedang panas. Para ahli lebih merekomendasikan minuman yang mengandung elektrolit seimbang untuk menggantikan cairan dan mineral yang hilang akibat berkeringat.
Minuman beralkohol juga tidak dianjurkan saat musim kemarau. Alkohol dapat meningkatkan produksi urine sehingga tubuh kehilangan lebih banyak cairan. Efek ini dapat memperbesar risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga gangguan konsentrasi, terutama bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Jenis minuman lain yang perlu dibatasi adalah minuman berpemanis tinggi, termasuk sirup, teh manis berlebihan, minuman kemasan, dan berbagai minuman dengan tambahan gula yang tinggi. Organisasi kesehatan dunia mencatat bahwa konsumsi gula berlebih tidak hanya berkaitan dengan obesitas dan diabetes, tetapi juga dapat memicu rasa haus yang lebih cepat sehingga kebutuhan cairan tubuh menjadi tidak seimbang.
Sebagai alternatif yang lebih sehat, masyarakat disarankan memperbanyak konsumsi air putih, air kelapa, buah-buahan dengan kandungan air tinggi seperti semangka dan melon, serta minuman rendah gula. Menjaga hidrasi merupakan langkah sederhana namun penting untuk mencegah gangguan kesehatan akibat cuaca panas, seperti dehidrasi, kelelahan panas (heat exhaustion), hingga serangan panas (heat stroke).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....