Diet Ekstrem vs Diet Realistis: Mana yang Lebih Efektif

  • 15 Jun 2026 21:23 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, RRI GORONTALO - Keinginan menurunkan berat badan dengan cepat sering membuat banyak orang tertarik mencoba diet ekstrem. Pola makan yang sangat ketat, membatasi banyak jenis makanan, atau mengurangi porsi secara berlebihan kerap dianggap sebagai jalan tercepat untuk melihat perubahan. Namun, hasil yang cepat belum tentu menjadi hasil yang bertahan lama. Diet ekstrem memang bisa menunjukkan penurunan berat badan dalam waktu singkat. Akan tetapi, perubahan tersebut tidak selalu berasal dari berkurangnya lemak tubuh. Dalam beberapa kasus, tubuh justru kehilangan cairan dan massa otot. Selain itu, rasa lapar berlebihan dan kelelahan sering membuat seseorang sulit mempertahankan pola tersebut.

Berbeda dengan diet ekstrem, diet realistis lebih menekankan perubahan kebiasaan yang dapat dijalani dalam kehidupan sehari-hari. Pola ini tidak melarang makanan secara total, tetapi mengajak seseorang mengatur porsi, memilih makanan lebih seimbang, dan tetap menikmati proses makan tanpa rasa bersalah. Diet realistis juga memberi ruang untuk fleksibilitas. Ada hari ketika seseorang makan lebih banyak saat acara keluarga atau pertemuan bersama teman, dan itu tidak berarti gagal. Fokus utamanya adalah konsistensi dalam jangka panjang, bukan kesempurnaan setiap hari.

Selain membantu menjaga berat badan lebih stabil, pendekatan realistis cenderung lebih baik untuk kesehatan secara keseluruhan. Tubuh tetap mendapatkan energi dan nutrisi yang dibutuhkan, sementara kebiasaan sehat perlahan menjadi bagian dari rutinitas, bukan beban yang harus dijalani. Pada akhirnya, efektivitas diet bukan ditentukan oleh seberapa cepat hasilnya terlihat, tetapi seberapa lama pola tersebut bisa dipertahankan. Diet yang berhasil adalah diet yang tetap membuat seseorang bisa hidup nyaman, sehat, dan menikmati keseharian tanpa tekanan berlebihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....