Jangan Beri Teh, Ini Bahayanya bagi Anak

  • 12 Jun 2026 22:55 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo — Teh merupakan salah satu minuman yang sangat populer di Indonesia, termasuk di kalangan keluarga di Gorontalo. Namun, banyak orang tua belum menyadari bahwa kebiasaan memberikan teh kepada anak-anak, terutama balita, dapat membawa risiko kesehatan yang serius. Para ahli kesehatan anak mengingatkan bahwa masa tumbuh kembang anak membutuhkan asupan nutrisi yang optimal, dan teh justru dapat menghambat proses tersebut jika dikonsumsi secara rutin.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa kebiasaan minum teh pada balita berpotensi mengganggu penyerapan nutrisi penting yang sedang sangat dibutuhkan tubuhnya, terutama mengingat masa balita adalah periode emas di mana tubuh memerlukan dukungan nutrisi yang maksimal tanpa hambatan. Peringatan ini penting diketahui oleh seluruh orang tua, khususnya yang masih terbiasa menyajikan teh sebagai minuman sehari-hari bagi anak-anaknya.

Salah satu dampak paling signifikan adalah terhambatnya penyerapan zat besi dalam tubuh anak. Konsumsi teh pada waktu yang tidak tepat, terutama setelah makan dan dalam jumlah berlebihan, dapat menghambat penyerapan nutrisi makanan, khususnya zat besi. Zat besi sendiri sangat penting untuk mencegah anemia pada anak, dan jika balita minum teh terlalu sering terutama saat makan, tubuhnya bisa kekurangan zat besi yang membuat anak menjadi lemas, pucat, dan sulit berkonsentrasi.

Kandungan tanin di dalam teh yang menghambat penyerapan zat besi ini dapat berdampak lebih lanjut, yakni anak bisa mengalami gangguan kognitif, anemia, dan kekebalan tubuh yang kurang optimal. Kondisi ini tentu sangat merugikan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak di usia dini. Selain itu, teh juga tidak mengandung zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak yang dibutuhkan anak, sehingga konsumsinya tidak memberikan manfaat gizi berarti.

Tidak hanya soal zat besi, kandungan kafein dalam teh juga menjadi perhatian serius para dokter anak. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, kandungan kafein dalam teh dapat membuat anak menjadi hiperaktif, dan para dokter anak menyarankan untuk tidak memperkenalkan kafein dalam bentuk apapun kepada anak-anak, baik itu teh maupun kopi, karena dibandingkan dengan orang dewasa, anak-anak lebih rentan mengalami efek yang merugikan dari kafein. Kafein ini pula yang menyebabkan anak sulit tidur, gelisah, dan kehilangan fokus.

Di dalam teh terdapat beragam kandungan, termasuk kafein, theobromine, dan teofilin yang merupakan stimulan. Efek samping dari stimulan ini akan membuat anak menjadi hiperaktif, aktif berlebihan, dan sulit tidur, padahal tidur yang cukup sangat mendukung proses tumbuh kembang anak. Gangguan tidur yang berlangsung terus-menerus akibat kebiasaan konsumsi teh dapat berdampak jangka panjang pada perkembangan otak dan fisik anak.

Selain itu, orang tua juga perlu mewaspadai kandungan gula dalam teh kemasan yang beredar luas di pasaran. Teh dalam kemasan biasanya telah ditambahkan gula yang cukup banyak, di mana satu botol teh isi 250 ml mengandung gula tambahan sekitar 20 gram, sementara WHO menyarankan asupan gula tambahan tidak lebih dari 10 persen dari total kalori harian anak. Konsumsi gula berlebihan sejak dini dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan obesitas di kemudian hari. Dampak yang dapat dirasakan langsung pada balita yang sering mengonsumsi minuman berpemanis adalah perubahan sifat anak yang lebih hiperaktif, gangguan emosional, dan kerusakan gigi.

Kafein dalam teh juga memiliki efek diuretik yang berarti dapat meningkatkan produksi urine dan membuat anak lebih sering buang air kecil, dan konsumsi teh secara berlebihan atau rutin dapat memicu risiko dehidrasi, terutama jika asupan cairan lain tidak mencukupi. Untuk itu, para dokter anak dan IDAI merekomendasikan agar orang tua menjadikan air putih dan susu sebagai pilihan utama minuman bagi anak, karena keduanya jauh lebih mendukung tumbuh kembang optimal si kecil dibandingkan teh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....