Pilih Piring Aman untuk Kesehatan
- 09 Jun 2026 19:34 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Pemilihan peralatan makan yang aman masih sering diabaikan masyarakat. Padahal, bahan yang digunakan pada piring dapat memengaruhi keamanan pangan dan kesehatan keluarga. Berbagai informasi yang beredar di media sosial perlu disikapi secara bijak dengan merujuk pada sumber ilmiah dan lembaga kesehatan terpercaya. Menurut otoritas keamanan pangan internasional, seluruh peralatan makan yang bersentuhan dengan makanan harus memenuhi standar keamanan agar tidak melepaskan zat berbahaya ke dalam pangan.
Piring berbahan kaca selama ini dikenal sebagai salah satu pilihan yang aman karena bersifat relatif inert atau stabil ketika bersentuhan dengan makanan. Material kaca umumnya tidak bereaksi dengan makanan asam maupun panas sehingga risiko perpindahan zat kimia ke makanan sangat rendah. Karena itu, banyak ahli keamanan pangan merekomendasikan kaca sebagai salah satu bahan peralatan makan yang aman digunakan sehari-hari.
Sementara itu, piring keramik juga aman digunakan selama diproduksi sesuai standar keamanan pangan. Namun, konsumen disarankan berhati-hati terhadap produk keramik berkualitas rendah atau tidak memiliki sertifikasi yang jelas. Beberapa produk keramik dengan glasir atau pewarna tertentu berpotensi mengandung logam berat seperti timbal dan kadmium yang dapat bermigrasi ke makanan apabila tidak memenuhi standar produksi yang berlaku.
Untuk piring berbahan logam, masyarakat perlu memperhatikan kondisi fisik produk. Piring yang berkarat, terkelupas, atau mengalami korosi sebaiknya tidak lagi digunakan. Otoritas keamanan pangan menjelaskan bahwa bahan kontak pangan yang rusak dapat meningkatkan risiko perpindahan unsur tertentu ke dalam makanan, terutama jika digunakan untuk makanan yang bersifat asam atau disimpan dalam waktu lama.
| Baca juga: Manfaat Minyak Zaitun untuk Kesehatan |
Di sisi lain, penggunaan piring melamin masih diperbolehkan selama digunakan sesuai petunjuk produsen. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa migrasi senyawa tertentu dari melamin dapat meningkat ketika digunakan untuk makanan atau minuman yang sangat panas. Oleh karena itu, konsumen disarankan menghindari penggunaan wadah melamin untuk makanan dengan suhu sangat tinggi dan memilih produk yang telah memenuhi standar keamanan pangan.
Adapun piring plastik perlu digunakan sesuai peruntukannya. Tidak semua jenis plastik memiliki karakteristik yang sama. Beberapa plastik dirancang khusus untuk kontak pangan panas, sementara yang lain hanya cocok untuk makanan bersuhu rendah atau suhu ruang. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menegaskan bahwa keamanan bahan seperti BPA bergantung pada jenis material, batas penggunaan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Para ahli menekankan bahwa faktor terpenting bukan hanya jenis bahan, tetapi juga kualitas produk, kondisi fisik peralatan, dan kesesuaian penggunaannya. Peralatan makan yang retak, tergores parah, berkarat, atau telah mengalami kerusakan sebaiknya segera diganti guna mengurangi risiko kontaminasi pangan.
Masyarakat juga diimbau untuk memilih produk yang memiliki informasi produsen yang jelas, petunjuk penggunaan, serta memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku. Dengan memahami karakteristik masing-masing bahan peralatan makan, keluarga dapat lebih bijak dalam memilih perlengkapan rumah tangga yang aman dan mendukung kesehatan jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....