Waktu Terbaik Minum Kafein Terakhir agar Tidur Nyenyak
- 09 Jun 2026 18:37 WIB
- Gorontalo
Poin Utama
- Kafein terakhir sebaiknya diminum sekitar sembilan jam sebelum tidur.
- Orang sensitif kafein disarankan berhenti minum sejak tengah hari.
- Kopi, teh, matcha, soda, dan minuman energi sama-sama dapat mengandung kafein.
RRI.CO.ID, Gorontalo - Kopi atau teh berkafein memang bisa membantu tubuh tetap waspada. Namun, minuman ini sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur.
Setiap orang memiliki reaksi berbeda terhadap kafein. Namun, para ahli sepakat kafein pada malam hari dapat mengganggu tidur.
Batas waktu yang banyak disarankan adalah sekitar sembilan jam sebelum tidur. Artinya, jika ingin tidur pukul 21.00, kafein terakhir sebaiknya diminum sekitar siang hari.
Ahli diet Roberta Anding menyarankan orang sensitif kafein berhenti minum sekitar tengah hari. Saran itu terutama berlaku bagi orang yang ingin tidur lebih awal.
“Jika Anda berencana tidur pukul 21.00, dan sensitif terhadap kafein, saya sarankan berhenti sekitar tengah hari,” kata Anding.
Menurut Anding, kafein sebelum tidur dapat memperpanjang waktu seseorang untuk terlelap. Rata-rata orang biasanya tertidur dalam 10 sampai 20 menit.
Jika tubuh masih menyimpan kafein, waktu untuk tertidur bisa menjadi lebih lama. Pada orang sensitif, durasi tersebut bahkan dapat berlipat ganda.
Kafein bekerja dengan cara merangsang sistem saraf. Efek ini membuat tubuh lebih waspada dan rasa kantuk menjadi tertunda.
Cleveland Clinic menjelaskan satu cangkir kopi delapan ons mengandung hampir 100 miligram kafein. Jumlahnya dapat berbeda tergantung jenis kopi dan cara penyeduhan.
Mayo Clinic menyebut konsumsi hingga 400 miligram kafein per hari umumnya aman bagi kebanyakan orang dewasa. Namun, batas aman itu tidak selalu berarti aman untuk diminum malam hari.
Waktu minum tetap menjadi faktor penting. Kafein memiliki waktu paruh cukup panjang, sehingga efeknya tidak langsung hilang dari tubuh.
Anding menyebut waktu paruh kafein dapat mencapai sekitar 4,5 jam. Artinya, sebagian efek kafein masih tersisa beberapa jam setelah diminum.
| Baca juga: Jangan Beri Teh, Ini Bahayanya bagi Anak |
Sebagian orang juga memproses kafein lebih lambat. Faktor genetik dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam memecah kafein.
Ahli diet Anthony DiMarino dari Cleveland Clinic mengatakan orang yang lambat memetabolisme kafein sebaiknya menghindari kafein malam hari. Tujuannya agar kualitas tidur tetap terjaga.
Minuman berkafein tidak hanya kopi. Teh hitam, matcha, minuman energi, soda, dan cokelat juga dapat mengandung kafein.
Minuman tanpa kafein dapat menjadi pilihan menjelang malam. Namun, beberapa produk decaf masih mengandung sedikit kafein.
Bagi orang yang sulit tidur, batas paling aman adalah menghentikan kafein sejak siang. Kebiasaan ini membantu tubuh lebih siap beristirahat.
Kesimpulannya, kafein terakhir sebaiknya diminum sekitar sembilan jam sebelum tidur. Jika tubuh sensitif, hentikan konsumsi lebih awal.
Berita ini diolah dan disunting dengan melibatkan teknologi AI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....