Surplus Kalori, Bukan Sekadar Makan Banyak: Kunci Menambah Massa Otot

  • 05 Jun 2026 16:42 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Bagi sebagian orang, menjaga berat badan agar tidak bertambah menjadi tantangan. Namun bagi sebagian lainnya, justru menaikkan berat badan dan membangun massa otot bukan perkara mudah. Di sinilah konsep surplus kalori menjadi penting untuk dipahami.

Surplus kalori adalah kondisi ketika jumlah kalori yang masuk ke tubuh lebih besar dibandingkan kalori yang dibakar setiap hari. Dalam kondisi ini, tubuh memiliki cadangan energi tambahan yang dapat digunakan untuk berbagai proses, termasuk pembentukan jaringan baru seperti otot.

Menurut para ahli gizi olahraga, surplus kalori menjadi salah satu faktor penting bagi seseorang yang ingin meningkatkan massa otot. Pasalnya, proses pembentukan otot membutuhkan energi tambahan selain asupan protein dan latihan fisik yang teratur. Tanpa energi yang cukup, tubuh cenderung memprioritaskan kebutuhan dasar dibandingkan membangun jaringan otot baru.

Meski demikian, surplus kalori tidak berarti seseorang bebas mengonsumsi makanan dalam jumlah berlebihan. Surplus yang terlalu besar justru berisiko meningkatkan penumpukan lemak tubuh. Beberapa panduan nutrisi merekomendasikan surplus kalori dalam jumlah moderat, sekitar 100 hingga 500 kalori per hari, tergantung kondisi tubuh, tingkat aktivitas, dan tujuan yang ingin dicapai.

Pola makan yang sehat tetap menjadi kunci utama. Kalori tambahan sebaiknya diperoleh dari sumber makanan bergizi seperti karbohidrat kompleks, protein berkualitas, lemak sehat, buah, dan sayuran. Sebaliknya, mengandalkan makanan ultra-proses dan tinggi gula memang dapat meningkatkan asupan kalori, tetapi berisiko menimbulkan kenaikan berat badan yang tidak sehat.

Selain membantu pembentukan otot, surplus kalori juga penting pada kelompok tertentu, seperti individu dengan berat badan kurang, atlet yang menjalani latihan intensif, serta remaja yang masih berada dalam masa pertumbuhan. Dalam fase pertumbuhan, tubuh memerlukan energi tambahan untuk mendukung perkembangan tulang, otot, dan organ tubuh.

Para ahli mengingatkan bahwa surplus kalori ideal harus dibarengi dengan aktivitas fisik, khususnya latihan kekuatan. Tanpa adanya rangsangan latihan, kelebihan kalori lebih banyak disimpan sebagai lemak daripada digunakan untuk membangun otot. Karena itu, keseimbangan antara pola makan, olahraga, dan istirahat yang cukup menjadi faktor penentu keberhasilan program peningkatan berat badan yang sehat.

Dengan kata lain, surplus kalori bukan sekadar "makan lebih banyak", melainkan strategi pemenuhan energi yang terukur dan terencana. Jika dilakukan dengan benar, surplus kalori dapat membantu meningkatkan massa otot, memperbaiki performa fisik, dan mendukung pertumbuhan tubuh secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....