Kulit Gelap ternyata Bentuk Perlindungan
- 25 Mei 2026 15:22 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Banyak orang merasa kesal ketika kulit berubah menjadi gelap atau belang setelah beraktivitas di bawah terik matahari. Padahal, kondisi tersebut sebenarnya merupakan mekanisme alami tubuh untuk melindungi kulit dari bahaya paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan.
Paparan sinar UV dari matahari dapat memicu kerusakan pada sel dan DNA kulit. Saat kondisi itu terjadi, tubuh segera mengaktifkan sel khusus bernama melanosit untuk memproduksi melanin, yakni pigmen alami yang memberi warna gelap pada kulit. Menurut who.int, melanin berfungsi membantu menyerap radiasi UV agar tidak menembus lebih dalam ke jaringan kulit.
Dalam prosesnya, melanin bekerja layaknya “payung pelindung” alami. Semakin tinggi paparan matahari yang diterima kulit, maka produksi melanin juga akan meningkat. Itulah sebabnya kulit menjadi lebih gelap setelah terlalu lama berada di pantai, berkendara siang hari, atau beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan.
Selain menyebabkan kulit menggelap, paparan UV berlebih juga dapat memicu kulit memerah atau sunburn. Kondisi ini menandakan bahwa peradangan sudah terjadi akibat radiasi matahari yang terlalu kuat. Setelah peradangan mereda, tubuh biasanya memproduksi lebih banyak melanin sebagai bentuk antisipasi terhadap paparan sinar matahari berikutnya.
Menurut cdc.gov, paparan UV berlebihan tidak hanya menyebabkan kulit kusam dan penuaan dini, tetapi juga meningkatkan risiko kanker kulit dalam jangka panjang. Bahkan, kerusakan akibat sinar UV dapat bersifat kumulatif atau menumpuk seiring waktu.
Para ahli kesehatan kulit juga menegaskan bahwa kulit memiliki “memori”. Artinya, semakin sering kulit mengalami terbakar matahari tanpa perlindungan, semakin besar pula risiko kerusakan permanen pada masa depan. Karena itu, penggunaan sunscreen atau tabir surya menjadi langkah penting untuk membantu perlindungan alami kulit.
WHO merekomendasikan penggunaan sunscreen minimal SPF 15, mengenakan pakaian pelindung, memakai topi, serta menghindari paparan matahari langsung pada pukul 10.00 hingga 16.00 saat intensitas UV sedang tinggi. Langkah sederhana ini terbukti efektif menurunkan risiko kerusakan kulit akibat sinar matahari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....