Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar: Bukan Covid-19, Publik Tak Perlu Panik

  • 12 Mei 2026 11:20 WIB
  •  Gorontalo
Poin Utama
  • WHO menegaskan kasus hantavirus di kapal pesiar bukan Covid-19.
  • Risiko bagi masyarakat umum dinilai rendah, tetapi kewaspadaan tetap diperlukan.
  • Penularan utama hantavirus berasal dari paparan urin, tinja, atau air liur rodensia.

RRI.CO.ID, Gorontalo - Kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menyita perhatian dunia. WHO (World Health Organization) menegaskan kejadian ini bukan Covid-19, sehingga publik tidak perlu panik.

Dilansir dari WHO, penumpang kapal pesiar yang terdampak telah dievakuasi. Mereka dikirim ke negara asal untuk isolasi dan perawatan bila diperlukan.

ECDC melaporkan sembilan kasus terkait MV Hondius per Senin, 11 Mei 2026. Jumlah itu terdiri atas tujuh kasus terkonfirmasi, dua probable, dan tiga kematian.

Virus yang teridentifikasi dalam klaster tersebut adalah Andes hantavirus. ECDC menyebut jenis ini dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dan berkepanjangan.

Meski demikian, risiko bagi masyarakat umum dinilai sangat rendah. WHO juga menyatakan risiko global dari kejadian ini masih rendah.

Dikutip dari BBC, Dr. Maria Van Kerkhove dari WHO memberi penegasan. “Ini bukan Covid-19, ini bukan influenza, cara penyebarannya sangat, sangat berbeda,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia juga meminta masyarakat tidak termakan isu konspirasi. Dilansir dari Kompas.com, Kemenkes menekankan pentingnya komunikasi risiko agar informasi tidak menjadi hoaks.

Kemenkes mengidentifikasi satu WNA di Jakarta Pusat sebagai kontak erat. “Hasil pemeriksaan PCR-nya itu negatif Hantavirus,” ujar Andi Saguni, dilansir dari Kompas.com.

Hantavirus di MV Hondius merupakan tipe HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome). Sementara itu, kasus di Indonesia umumnya merupakan HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome) dengan strain Seoul virus.

Kemenkes menjelaskan hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui rodensia. Hewan pembawanya dapat berupa tikus, mencit, atau celurut.

Gejala hantavirus dapat berbeda sesuai jenis infeksinya. Masyarakat perlu waspada bila muncul tanda berikut setelah kontak dengan rodensia:

  • Sakit kepala.
  • Demam.
  • Nyeri otot atau nyeri badan.
  • Lemas atau kelelahan.
  • Menggigil.
  • Mual, muntah, diare, atau sakit perut.
  • Batuk.
  • Sesak napas.
  • Nyeri dada.
  • Penglihatan kabur.
  • Gangguan ginjal pada kasus tertentu.

Penularan hantavirus paling sering terjadi melalui paparan dari rodensia terinfeksi. Cara penularannya meliputi:

  • Menghirup udara tercemar tinja tikus.
  • Menghirup udara tercemar urin tikus.
  • Menghirup udara tercemar air liur rodensia.
  • Menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus.
  • Virus masuk melalui kulit yang terluka.
  • Gigitan rodensia yang terinfeksi.
  • Pada Andes virus, penularan antarmanusia dapat terjadi melalui kontak dekat.

Pencegahan utama dilakukan dengan menjaga kebersihan dan mengendalikan tikus. Langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat meliputi:

  • Tutup lubang di dalam dan luar rumah.
  • Hindari kontak langsung dengan tikus, mencit, atau celurut.
  • Simpan makanan dan minuman dalam wadah tertutup.
  • Gunakan tudung saji untuk melindungi makanan.
  • Bersihkan rumah, dapur, gudang, dan tempat kerja.
  • Hindari menyapu kering area bekas kotoran tikus.
  • Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area berisiko.
  • Segera periksa ke fasilitas kesehatan bila muncul gejala.

WHO menyarankan penumpang dan kru memantau gejala selama 45 hari. Mereka juga diminta menjaga kebersihan tangan, memakai masker bila bergejala, dan menghindari menyapu kering.

Hingga kini belum tersedia vaksin untuk mencegah hantavirus. Pengobatan khusus juga belum ada, sehingga pasien mendapat terapi suportif sesuai gejala.

Kewaspadaan tetap penting, tetapi kepanikan tidak diperlukan. Informasi resmi menjadi kunci agar masyarakat memahami risiko tanpa terjebak disinformasi.

Berita ini diolah dan disunting dengan melibatkan teknologi AI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....