Ciri-Ciri Sakit Jantung yang Harus Diwaspadai

  • 08 Mei 2026 12:45 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo : Penyakit jantung adalah kondisi ketika jantung mengalami gangguan dan tidak berfungsi dengan baik. Gangguan tersebut bisa bermacam-macam dan ditangani dengan cara yang berbeda pula. Ciri-ciri sakit jantung pada umumnya hampir sama, meskipun jenis penyakitnya berbeda.

Ciri-ciri Sakit Jantung Berdasarkan Jenisnya

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit jantung beserta tanda dan gejala yang menyertainya:

  1. Serangan jantung
    Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terhambat akibat adanya plak atau penyumbatan di pembuluh darah jantung. Kondisi ini membuat fungsi jantung untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh menjadi terganggu.
    Seseorang yang mengalami kondisi ini akan menunjukkan beberapa ciri-ciri sakit jantung, seperti:
    Seseorang yang mengalami kondisi ini akan menunjukkan beberapa ciri-ciri sakit jantung, seperti:
    Nyeri dada dan lengan yang menjalar hingga ke leher, rahang, bahu, sampai punggung
    Pusing, mual, dan muntah
    Sesak napas
    Nyeri di perut bagian atas atau ulu hati
    Perut atas terasa penuh atau tidak nyaman
    Lemas
    Keringat dingin
    Detak jantung lebih cepat atau berdebar
    Gejala dan tingkat keparahan yang dialami bisa berbeda antarpenderita, bahkan ada yang tidak menunjukkan gejala sama sekali (unrecognized myocardial infarction). Kendati demikian, semakin banyak ciri-ciri sakit jantung yang dimiliki, semakin besar kemungkinan mengalami serangan jantung.
  2. Penyakit jantung koroner
    Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke jantung terhambat akibat penumpukan plak atau aterosklerosis.
    Penyakit jantung koroner umumnya ditandai oleh rasa tidak nyaman, nyeri, atau rasa tertekan di bagian dada. Selain itu, penyakit jantung koroner juga dapat menimbulkan beberapa ciri-ciri sakit jantung lain, seperti:
    Lemas dan pusing
    Keringat dingin
    Mual
    Sesak napas
  3. Aritmia
    Aritmia terjadi ketika terjadi gangguan pada irama jantung. Kondisi ini menyebabkan jantung berdetak secara tidak beraturan, terlalu lambat, atau terlalu cepat, sehingga tidak dapat memompa darah dengan baik.
    Aritmia biasanya disertai dengan ciri-ciri sakit jantung seperti berikut:
    Jantung berdebar atau palpitasi
    Nyeri di dada
    Pusing
    Lemas
    Sesak napas pendek
    Penurunan kesadaran atau pingsan
  4. Fibrilasi atrium
    Fibrilasi atrium merupakan salah satu jenis gangguan irama jantung yang ditandai dengan denyut jantung lebih cepat dari kondisi normal. Denyut jantung normal adalah 60–100 kali per menit. Sedangkan pada kondisi fibrilasi atrium, denyut jantung lebih dari 100 kali per menit.
    Sama halnya dengan serangan jantung, fibrilasi atrium terkadang tidak menunjukkan gejala sama sekali. Namun, ada beberapa ciri-ciri sakit jantung atau gejala fibrilasi atrium yang umumnya muncul, di antaranya:
    Jantung berdebar
    Sesak napas saat beraktivitas normal
    Lemas dan pusing secara tiba-tiba
    Meskipun tidak berbahaya, fibrilasi atrium tetap perlu ditangani dengan tepat. Pasalnya, selain menyebabkan rasa tidak nyaman bagi penderitanya, penyakit jantung ini juga bisa menimbulkan komplikasi berupa stroke, hingga gagal jantung.
  5. Gagal jantung
    Gagal jantung adalah kondisi ketika jantung tidak dapat memompa darah dengan lancar ke seluruh tubuh. Tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner dapat menyebabkan otot jantung melemah dan memicu terjadinya gagal jantung.
    Gejala gagal jantung dapat memburuk seiring berjalannya waktu atau terjadi secara mendadak. Berikut ini adalah gejala gagal jantung:
    Sesak napas saat beristirahat atau berbaring
    Batuk terus-menerus, yang memburuk pada malam hari
    Pembengkakan di area perut
    Pusing
    Letih dan lemas
    Sulit berkonsentrasi
    Nafsu makan berkurang
  6. Perikarditis
    Perikarditis merupakan peradangan pada perikardium, yaitu lapisan yang berfungsi untuk membungkus dan melindungi jantung. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan jamur, atau gangguan autoimun.
    Perikarditis umumnya ditandai dengan gejala demam, artimia, tubuh terasa lemas, serta nyeri dada yang tajam atau menusuk. Rasa nyeri tersebut akan semakin berat apabila penderita menarik napas, batuk, atau berbaring. Jika tidak segera ditangani, perikarditis berisiko menyebabkan kematian.
  7. Kardiomiopati
    Kardiomiopati mengacu pada gangguan otot jantung atau lebih dikenal dengan istilah lemah jantung. Kondisi ini menyebabkan otot jantung menebal, membesar, atau menjadi kaku.
    Beberapa penderita kardiomiopati tidak menunjukkan gejala dan dapat menjalani hidup dengan normal. Namun, tidak sedikit pula yang menunjukkan gejala dan memburuk seiring menurunnya fungsi jantung. Kondisi ini memiliki ciri-ciri sakit jantung sebagai berikut:
    Sesak napas
    Kelelahan
    Palpitasi
    Pembengkakan di lengan atau pergelangan kak
    Pingsan
  8. Penyakit katup jantung
    Jantung memiliki 4 katup yang berfungsi untuk menjaga aliran darah dari dan menuju jantung. Namun, pada penderita penyakit katup jantung, salah satu atau beberapa katup rusak atau mengalami gangguan.
    Akibatnya, katup tidak dapat membuka dan menutup dengan baik sehingga membuat fungsi jantung dalam memompa darah menjadi terganggu. Jika katup jantung mengalami gangguan, penderitanya akan menunjukkan ciri-ciri sakit jantung berupa:
    Nyeri dada
    Sesak napas terutama saat beraktivitas atau berbaring
    Lemas dan pusing
    Palpitasi
    Cara Mendiagnosis Penyakit Jantung
    Untuk memastikan apakah gejala yang Anda alami termasuk ciri-ciri sakit jantung atau bukan, segeralah periksakan diri ke dokter. Hal ini penting dilakukan terutama jika Anda memiliki faktor risiko terkena penyakit jantung, seperti memiliki berat badan berlebih dan tekanan darah tinggi.
    Dalam menentukan diagnosis dan jenis penyakit jantung yang dialami penderita, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti:
    Elektrokardiografi (EKG)
    Rontgen dada
    Ekokardiografi
    Angiografi
    Pemeriksaan enzim jantung
    Untuk mencegah penyakit jantung, Anda disarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bernutrisi, membatasi asupan lemak dan garam, berhenti merokok, berolahraga secara rutin, serta mengelola stres dengan baik.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....