Rambut Jari Kaki Bisa Jadi Sinyal Kesehatan

  • 07 Mei 2026 19:00 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Peripheral Artery Disease atau penyakit arteri perifer menjadi salah satu kondisi yang mulai banyak diperhatikan dalam dunia kesehatan. Salah satu tanda kecil yang kerap diabaikan masyarakat adalah menipis atau hilangnya rambut di area jari kaki. Meski terlihat sepele, kondisi ini ternyata dapat berkaitan dengan sirkulasi darah dalam tubuh.

Rambut pada jari kaki tumbuh karena folikel rambut mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup melalui aliran darah. Ketika aliran darah ke area kaki berkurang, pertumbuhan rambut dapat melambat bahkan hilang sama sekali. Kondisi ini sering dikaitkan dengan gangguan pembuluh darah perifer atau penyempitan arteri di bagian kaki.

Menurut penjelasan dari Mayo Clinic, penyakit arteri perifer terjadi ketika pembuluh darah menyempit akibat penumpukan plak lemak atau aterosklerosis. Penyempitan ini membuat aliran darah menuju kaki dan tangan menjadi tidak optimal. Selain nyeri kaki saat berjalan, gejala lain yang dapat muncul adalah kulit kaki tampak mengilap, kuku kaki tumbuh lambat, hingga rambut kaki menipis.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa hilangnya rambut kaki bukan satu-satunya indikator gangguan sirkulasi. Gejala lain yang perlu diwaspadai meliputi kaki terasa dingin, kesemutan, nyeri saat berjalan, luka yang sulit sembuh, hingga denyut nadi kaki yang melemah. Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, penderita dianjurkan segera memeriksakan diri ke tenaga medis.

Meski demikian, tidak semua orang yang memiliki sedikit rambut di kaki mengalami masalah kesehatan serius. Faktor keturunan, hormon, pertambahan usia, hingga kebiasaan mencukur rambut kaki juga dapat memengaruhi kondisi tersebut. Karena itu, perubahan rambut tubuh perlu dilihat bersama gejala lain yang menyertainya.

Centers for Disease Control and Prevention atau CDC menjelaskan bahwa penyakit arteri perifer lebih berisiko dialami perokok, penderita diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan obesitas. Gaya hidup tidak sehat dapat mempercepat penumpukan plak pada pembuluh darah sehingga aliran darah menuju kaki terganggu.

Untuk mencegah gangguan sirkulasi darah, masyarakat dianjurkan menjaga pola hidup sehat seperti rutin berolahraga, berhenti merokok, menjaga kadar gula darah dan kolesterol, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki juga dinilai membantu memperlancar aliran darah ke bagian ekstremitas tubuh.

Dokter juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan kecil pada tubuh. Rambut jari kaki memang bukan penentu utama kondisi kesehatan, namun perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dapat menjadi sinyal awal adanya gangguan metabolisme maupun sirkulasi darah. Pemeriksaan dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....