Bahaya Begadang Intai Organ Vital

  • 05 Mei 2026 21:30 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo — Kebiasaan begadang atau kurang tidur masih sering dianggap sepele oleh sebagian masyarakat. Padahal, berbagai penelitian kesehatan menunjukkan bahwa kurang tidur dapat berdampak serius pada berbagai organ tubuh. Mulai dari otak hingga hati, semua bisa terdampak jika pola tidur tidak dijaga dengan baik.

Dampak pertama terlihat pada fungsi otak. Kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan berpikir. Hal ini terjadi karena gangguan pada neurotransmiter dan berkurangnya aliran darah ke otak, sehingga kinerja kognitif menjadi tidak optimal. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan mental.

Selain itu, begadang juga berpengaruh pada kesehatan jantung. Kurang tidur diketahui meningkatkan tekanan darah serta hormon stres seperti kortisol. Kondisi ini dapat memicu hipertensi, bahkan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, terutama jika terjadi secara terus-menerus.

Organ pencernaan, khususnya lambung, juga tidak luput dari dampak buruk. Pola tidur yang tidak teratur dapat meningkatkan produksi asam lambung, yang berpotensi menyebabkan gangguan seperti maag hingga tukak lambung. Hal ini diperparah jika kebiasaan begadang disertai pola makan yang tidak sehat.

Dari sisi penglihatan, kurang tidur dapat menyebabkan mata kering, gatal, hingga pandangan kabur. Kurangnya waktu istirahat membuat produksi air mata menurun, sementara otot mata menjadi tegang akibat penggunaan berlebihan, terutama pada malam hari.

Tak hanya itu, fungsi ginjal juga dapat terganggu akibat kurang tidur dalam jangka panjang. Gangguan hormon dan tekanan darah tinggi yang dipicu begadang dapat membebani kerja ginjal dalam menyaring limbah, sehingga berisiko menurunkan fungsi organ tersebut.

Sementara itu, hati sebagai organ penting dalam metabolisme juga terdampak. Kurang tidur dapat mengganggu proses metabolisme lemak, yang berpotensi menyebabkan penumpukan lemak di hati atau dikenal sebagai fatty liver. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan hati yang lebih serius.

Berdasarkan laporan dari World Health Organization (WHO), Centers for Disease Control and Prevention (CDC), serta penelitian dalam jurnal Sleep Foundation dan National Institutes of Health (NIH), orang dewasa disarankan tidur selama 7–9 jam per malam untuk menjaga kesehatan optimal. Kurang tidur secara kronis terbukti meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....