Waspada, Gaya Hidup Ini Picu Diabetes
- 03 Mei 2026 20:22 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Penyakit Diabetes tidak hanya disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman manis berlebihan. Sejumlah faktor gaya hidup turut berperan besar dalam meningkatkan risiko gangguan kadar gula darah, termasuk kebiasaan tidur, pola makan, hingga aktivitas fisik harian.
Berdasarkan informasi kesehatan yang dirilis oleh World Health Organization (WHO), kurang tidur dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh. Kondisi ini berpotensi menurunkan sensitivitas insulin sehingga tubuh lebih sulit mengontrol kadar gula darah, yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko diabetes.
Kebiasaan tidur larut malam menjadi salah satu pola hidup yang perlu diwaspadai. Kurang tidur tidak hanya berdampak pada kelelahan, tetapi juga memicu gangguan metabolisme tubuh. Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat memperburuk regulasi glukosa dalam darah.
Selain itu, melewatkan sarapan pagi juga dinilai berdampak negatif terhadap kesehatan metabolik. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyebutkan bahwa sarapan berperan penting dalam menjaga kestabilan energi dan fungsi organ, termasuk pankreas dalam mengatur gula darah.
Tanpa asupan makanan di pagi hari, tubuh cenderung mengalami ketidakseimbangan metabolisme. Hal ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah saat makan berikutnya, yang berisiko dalam jangka panjang jika terjadi secara terus-menerus.
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kurangnya aktivitas fisik. Gaya hidup sedentari atau minim gerak membuat tubuh tidak optimal dalam membakar glukosa. Padahal, aktivitas fisik seperti berjalan kaki atau olahraga ringan selama minimal 30 menit per hari dapat membantu menjaga kadar gula tetap stabil.
Para tenaga medis menekankan pentingnya perubahan gaya hidup sebagai langkah preventif. Mengatur waktu tidur, tidak melewatkan sarapan, serta rutin berolahraga merupakan upaya sederhana namun efektif dalam menurunkan risiko diabetes.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, diharapkan angka kasus diabetes dapat ditekan. Edukasi berkelanjutan dari berbagai pihak menjadi kunci dalam mencegah penyakit ini sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....