IDI Gorontalo Dorong Solusi Nyata untuk Daerah 3T

  • 02 Mei 2026 10:45 WIB
  •  Gorontalo

RRI. CO. ID Gorontalo : Pemerataan tenaga kesehatan di Indonesia, termasuk di Provinsi Gorontalo, masih menghadapi tantangan serius. Hingga saat ini, tenaga medis khususnya dokter umum dan spesialis masih cenderung terkonsentrasi di wilayah perkotaan, sementara daerah terpencil dan kategori 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) masih kekurangan layanan kesehatan yang memadai.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia wilayah Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa persoalan utama yang perlu segera dibenahi adalah distribusi tenaga dokter agar lebih merata di seluruh kabupaten dan kota. Menurutnya, pemerataan ini bukan sekadar penempatan tenaga medis, tetapi juga harus didukung dengan kebijakan yang mampu menarik minat dokter untuk bertugas di daerah terpencil.

“Pemerintah daerah perlu memiliki kebijakan yang mendorong tenaga dokter, baik Dokter umum maupun Dokter spesialis, untuk bersedia ditempatkan di wilayah yang masih kekurangan layanan kesehatan,” ujarnya Jumat 1 Mei 2026. Ia menambahkan, ada beberapa faktor penting yang menjadi pertimbangan tenaga dokter sebelum memilih lokasi penugasan.

Salah satu faktor utama adalah kemudahan akses transportasi. Infrastruktur yang memadai akan mempermudah mobilitas tenaga medis, baik dalam menjalankan tugas maupun kebutuhan pribadi. Selain itu, akses terhadap teknologi informasi (IT) juga menjadi hal krusial, terutama dalam mendukung pelayanan kesehatan berbasis digital serta komunikasi profesional. Tak kalah penting, aspek insentif menjadi perhatian utama.

Ketua IDI Gorontalo menyampaikan bahwa organisasinya telah memiliki standar penghasilan ideal bagi tenaga dokter, baik yang bertugas di perkotaan maupun di daerah terpencil. Standar ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pengupahan yang adil dan kompetitif.

Dalam kesempatan yang sama, Dokter Isman juga mengungkapkan bahwa saat ini Gorontalo telah memiliki sejumlah tenaga dokter spesialis, meskipun masih diperlukan penguatan, khususnya dalam hal ketersediaan dokter yang bertugas secara penuh waktu di rumah sakit. Hal ini penting untuk menjamin kontinuitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, IDI juga terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga medis melalui program P2KB atau Program Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara rumah sakit, perguruan tinggi, dan berbagai organisasi terkait, yang bertujuan untuk meng-upgrade kemampuan dokter agar tetap sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran.

“Peningkatan kompetensi ini sangat penting, termasuk dalam memastikan dokter mematuhi standar dan prosedur yang berkaitan dengan akreditasi layanan kesehatan,” jelasnya.

Dengan kompetensi yang terus diperbarui, diharapkan kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.Secara umum, fasilitas layanan kesehatan di Gorontalo dinilai sudah cukup maju dan memudahkan pasien dalam mendapatkan pelayanan. Namun demikian, kondisi ini perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan, terutama dengan memastikan pemerataan tenaga kesehatan sebagai kunci utama keadilan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....