Fenomena Clinomania dan Dampaknya

  • 27 Apr 2026 16:07 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Belakangan ini, istilah clinomania mulai ramai diperbincangkan di media sosial. Kondisi ini merujuk pada keinginan berlebihan untuk tetap berada di tempat tidur, meskipun seseorang tidak sedang merasa lelah atau mengantuk. Banyak orang menganggapnya sebagai rasa malas biasa, padahal secara psikologis, kondisi ini bisa memiliki makna yang lebih dalam.

Menurut berbagai kajian dalam bidang Psikologi Klinis, clinomania bukanlah diagnosis medis resmi, melainkan istilah populer yang menggambarkan gejala tertentu. Gejala tersebut sering kali berkaitan dengan gangguan kesehatan mental seperti stres berkepanjangan, kelelahan emosional, hingga depresi ringan maupun berat.

Lembaga kesehatan dunia seperti World Health Organization menekankan bahwa perubahan perilaku sehari-hari, termasuk kehilangan motivasi untuk beraktivitas, bisa menjadi indikator awal gangguan kesehatan mental. Hal ini perlu diwaspadai terutama jika berlangsung dalam jangka waktu lama dan mulai mengganggu fungsi sosial seseorang.

Dalam praktiknya, seseorang yang mengalami clinomania cenderung merasa nyaman berlama-lama di kasur dan sulit memulai aktivitas harian. Kondisi ini dapat berdampak pada menurunnya produktivitas, terganggunya pola tidur, hingga memburuknya hubungan sosial dengan lingkungan sekitar.

Ahli kesehatan mental juga mengaitkan fenomena ini dengan gangguan seperti Depresi dan Gangguan Kecemasan. Kedua kondisi tersebut dapat memicu rasa lelah yang tidak selalu bersifat fisik, melainkan emosional, sehingga membuat seseorang lebih memilih untuk menghindari aktivitas.

Selain faktor psikologis, gaya hidup juga turut berperan. Kurangnya aktivitas fisik, pola tidur yang tidak teratur, serta paparan stres yang tinggi dapat memperburuk kondisi ini. Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas, istirahat, dan manajemen stres.

Para pakar menyarankan beberapa langkah sederhana untuk mengatasi kecenderungan ini, seperti membuat rutinitas harian, membatasi waktu di tempat tidur hanya untuk tidur, serta meningkatkan aktivitas fisik ringan. Jika kondisi tidak membaik, konsultasi dengan profesional seperti psikolog atau psikiater menjadi langkah yang disarankan.

Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, masyarakat diimbau untuk tidak menganggap remeh gejala seperti clinomania. Mengenali tanda-tandanya sejak dini dapat membantu mencegah kondisi yang lebih serius dan menjaga kualitas hidup tetap optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....