Kebiasaan Harian Ini Bantu Redakan Stres

  • 26 Apr 2026 11:07 WIB
  •  Gorontalo
Poin Utama
  • Studi dalam Journal of American College Health menyoroti kaitan gaya hidup sehat dan ketahanan stres.
  • Sarapan teratur, olahraga 20 menit sehari, tidur cukup, dan minyak ikan berkaitan dengan ketahanan psikologis.
  • Begadang, makanan cepat saji, dan penggunaan ganja dikaitkan dengan ketahanan mental lebih rendah.

RRI.CO.ID, Gorontalo - Stres kerap datang tiba-tiba, tetapi ketenangan dapat dilatih melalui kebiasaan sederhana. Studi terbaru menunjukkan gaya hidup sehat membantu seseorang lebih tangguh menghadapi tekanan.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam Journal of American College Health. Studi ini menyoroti peran fleksibilitas psikologis dalam menghadapi stres.

Fleksibilitas psikologis adalah kemampuan menyesuaikan pikiran, emosi, dan perilaku. Kemampuan ini membantu seseorang tetap tenang dalam situasi sulit.

Lina Begdache, profesor madya di Universitas Binghamton, menjelaskan mekanisme tersebut. Menurutnya, seseorang perlu mengubah cara memandang situasi sebelum mengelola tekanan.

Begdache bersama timnya meneliti 401 mahasiswa. Sebanyak 58 persen responden dalam survei tersebut adalah perempuan.

Tim peneliti menanyakan pola makan, tidur, olahraga, serta penggunaan alkohol dan ganja. Mereka juga melihat hubungan kebiasaan itu dengan ketahanan menghadapi tekanan.

Hasilnya, mahasiswa dengan gaya hidup sehat memiliki daya tahan psikologis lebih baik. Kebiasaan sederhana berperan dalam membangun respons mental yang lebih stabil.

Sarapan minimal lima kali sepekan berkaitan dengan ketahanan yang lebih tinggi. Olahraga sedikitnya 20 menit sehari juga memberi dampak positif.

Sebaliknya, begadang hingga larut malam dikaitkan dengan risiko ketahanan lebih rendah. Konsumsi makanan cepat saji dan penggunaan ganja juga menunjukkan pola serupa.

Studi itu juga menemukan manfaat dari konsumsi minyak ikan. Asupan minyak ikan empat kali sepekan atau lebih dikaitkan dengan hasil lebih baik.

“Fleksibilitas psikologis membantu seseorang mundur selangkah,” kata Begdache. Dengan cara itu, seseorang dapat memahami emosi sebelum mencari solusi.

Saat tertekan, banyak orang merasa seolah menyatu dengan tekanan tersebut. Fleksibilitas psikologis membantu mereka bertanya, “Apa yang bisa saya lakukan?”

Temuan dalam Journal of American College Health ini menegaskan pentingnya gaya hidup sehat. Kebiasaan harian tidak hanya memengaruhi tubuh, tetapi juga cara otak merespons tekanan.

Untuk mengurangi stres, mulailah dari kebiasaan paling dekat. Sarapan sehat, tidur cukup, olahraga ringan, dan pola makan baik dapat menjadi langkah awal.

Berita ini diolah dan disunting dengan melibatkan teknologi AI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....