Waspada! Ini Tanda Tantrum Anak Sudah Berlebihan

  • 23 Apr 2026 20:10 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, GORONTALO – Tantrum adalah bagian alami dari tumbuh kembang anak, terutama di usia balita. Jika tantrum anak terlalu sering, terlalu lama, atau disertai perilaku ekstrem, orang tua perlu lebih waspada.

Tantrum yang berlebihan bisa menjadi sinyal bahwa anak sedang mengalami kesulitan dalam mengontrol emosi, komunikasi, atau bahkan ada masalah perkembangan yang perlu diperhatikan sejak dini. Penting bagi orangtua untuk mengetahui seperti apa tantrum pada anak yang sudah melewati batas wajar. Berikut beberapa cirinya:

1. Terjadi Terlalu Sering

Jika anak tantrum hampir setiap hari atau berkali-kali dalam sehari, ini bukan lagi fase biasa. Frekuensi yang tinggi menunjukkan anak kesulitan mengatur emosinya.

2. Durasi Terlalu Lama

Tantrum normal biasanya berlangsung singkat. Namun jika anak menangis, berteriak, atau mengamuk lebih dari 15–30 menit dan sulit dihentikan, ini perlu diwaspadai.

3. Perilaku Agresif

Tantrum yang disertai tindakan seperti memukul, menggigit, menendang, atau melempar barang menjadi tanda serius bahwa anak tidak mampu menyalurkan emosi dengan aman.

4. Menyakiti Diri Sendiri

Beberapa anak menunjukkan perilaku seperti membenturkan kepala, mencakar diri, atau menarik rambut saat marah. Ini adalah tanda yang tidak boleh diabaikan.

5. Sulit Ditenangkan

Jika anak tetap tidak bisa tenang meskipun sudah dipeluk, dibujuk, atau dialihkan perhatiannya, bisa jadi ia mengalami kesulitan regulasi emosi.

6. Terjadi di Usia Lebih Besar

Tantrum umumnya berkurang seiring bertambahnya usia. Jika anak di atas 5 tahun masih sering tantrum ekstrem, ini perlu perhatian lebih.

7. Disertai Keterlambatan Perkembangan

Tantrum yang diikuti dengan keterlambatan bicara atau kesulitan berinteraksi bisa menjadi tanda

Tantrum bukan berarti anak nakal, melainkan cara mereka mengekspresikan perasaan yang belum bisa diungkapkan dengan kata-kata. Jika tantrum terasa semakin parah atau orang tua mulai kewalahan, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan psikolog anak atau tenaga profesional.

Namun, jika tanda-tanda tantrum berlebihan mulai muncul, penting bagi orang tua untuk lebih peka dan sigap. Dengan penanganan yang tepat, anak bisa belajar mengelola emosinya dengan lebih sehat dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih tenang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....