Sering nyeri dada setelah makan? waspadai gangguan lambung
- 19 Apr 2026 16:11 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, GORONTALO - Nyeri dada sering kali dikaitkan dengan masalah jantung. Namun, tidak semua nyeri dada berasal dari organ tersebut. Dalam beberapa kasus, rasa tidak nyaman di dada justru bisa disebabkan oleh gangguan lambung, terutama setelah makan. Kondisi ini kerap membuat penderitanya panik karena gejalanya mirip dengan sakit jantung.
Salah satu penyebab umum nyeri dada setelah makan adalah naiknya asam lambung ke kerongkongan. Kondisi ini dikenal sebagai refluks asam lambung atau GERD. Ketika asam lambung naik, dinding kerongkongan bisa mengalami iritasi sehingga menimbulkan sensasi panas atau nyeri di dada.
Gejala yang dirasakan biasanya berupa rasa terbakar di dada, terutama setelah makan dalam porsi besar atau mengonsumsi makanan tertentu. Selain itu, keluhan lain seperti perut kembung, sering sendawa, hingga rasa asam di mulut juga sering menyertai kondisi ini. Beberapa kebiasaan dapat memicu munculnya nyeri dada akibat gangguan lambung. Makan terlalu cepat, langsung berbaring setelah makan, serta konsumsi makanan pedas, berlemak, atau berkafein dapat memperparah kondisi. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan pola makan sehari-hari.
Meski gejalanya mirip, nyeri dada akibat lambung biasanya memiliki ciri khas, seperti muncul setelah makan dan terasa membaik saat posisi tubuh tegak. Namun, jika nyeri terasa sangat kuat, menjalar ke lengan atau disertai sesak napas, sebaiknya segera mencari bantuan medis untuk memastikan penyebabnya. Untuk mengurangi risiko, disarankan mengatur pola makan dengan porsi yang lebih kecil namun lebih sering, menghindari makanan pemicu, serta tidak langsung berbaring setelah makan. Menjaga berat badan ideal dan mengelola stres juga dapat membantu mengurangi keluhan. Melalui pemahaman ini, masyarakat diharapkan tidak langsung panik saat mengalami nyeri dada, namun tetap waspada terhadap penyebabnya. Mengenali perbedaan antara gangguan lambung dan masalah jantung sangat penting agar penanganan yang tepat dapat segera dilakukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....