Dahak pada anak, apa yang perlu diperhatikan orang tua

  • 19 Apr 2026 19:08 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, GORONTALO - Dahak pada anak sering kali membuat orang tua khawatir, terutama jika disertai batuk atau kesulitan bernapas. Pada dasarnya, dahak merupakan lendir yang dihasilkan tubuh untuk membantu menangkap kotoran, debu, dan kuman yang masuk ke saluran pernapasan. Namun, jika jumlahnya berlebihan, kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih. Pada anak-anak, produksi dahak biasanya meningkat saat terjadi infeksi saluran pernapasan, seperti flu atau batuk. Sistem imun yang masih berkembang membuat anak lebih rentan mengalami kondisi ini. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami kapan dahak masih tergolong normal dan kapan perlu diwaspadai.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah warna dan tekstur dahak. Dahak yang bening umumnya masih tergolong normal, sedangkan dahak yang berwarna kuning atau hijau bisa menandakan adanya infeksi. Jika dahak terlihat kental dan sulit dikeluarkan, hal ini juga dapat membuat anak merasa tidak nyaman. Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah jika anak mengalami batuk terus-menerus, napas berbunyi, atau terlihat sesak. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa saluran pernapasan sedang terganggu. Jika disertai demam tinggi atau anak tampak lemas, sebaiknya segera mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan.

Untuk membantu meredakan dahak, orang tua dapat memastikan anak cukup minum air putih agar lendir lebih mudah dikeluarkan. Menghirup uap hangat juga bisa membantu melegakan saluran pernapasan. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari paparan asap atau debu sangat penting dilakukan. Namun, penggunaan obat pada anak sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. Konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan agar penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi anak. Hal ini penting untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan. Melalui perhatian dan penanganan yang tepat, kondisi dahak pada anak dapat diatasi dengan baik. Orang tua diharapkan lebih peka terhadap gejala yang muncul, sehingga kesehatan anak tetap terjaga dan terhindar dari gangguan pernapasan yang lebih serius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....