Deteksi Dini Risiko Kehamilan, Kunci Menekan Angka Kematian Ibu
- 18 Apr 2026 13:05 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID Gorontalo: Upaya menekan angka kematian ibu hamil terus menjadi perhatian serius tenaga kesehatan. Salah satu langkah penting yang terus didorong adalah deteksi dini risiko kehamilan, agar setiap potensi komplikasi dapat diantisipasi sejak awal. Edukasi kepada masyarakat pun menjadi kunci, terutama dalam membangun kesadaran bahwa kehamilan bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi juga keluarga, khususnya suami.
Menurut Bidan Ustina Ahasa dalam Tamu Kita Jumat 17 April 2026, masih tingginya angka kematian ibu hamil salah satunya disebabkan kurangnya dukungan dari keluarga. Banyak ibu hamil yang harus menjalani masa kehamilan tanpa pendampingan emosional maupun perhatian yang cukup dari suami. Kondisi ini berdampak pada keterlambatan penanganan saat muncul tanda bahaya kehamilan. Ia menegaskan, hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi bidan dan tenaga kesehatan untuk terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya peran keluarga dalam menjaga kesehatan ibu hamil.
Lebih lanjut, risiko kehamilan tidak hanya dialami oleh ibu yang baru pertama kali hamil atau usia muda. Faktanya, risiko juga tinggi pada ibu dengan usia rentan, baik terlalu muda maupun terlalu tua, serta pada kehamilan ketiga dan seterusnya. Kondisi ini sering kali dianggap sepele karena pengalaman sebelumnya, padahal setiap kehamilan memiliki risiko yang berbeda dan tetap membutuhkan pemantauan intensif.
Sementara itu, narasumber dari Kesmas Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Safiin Napu menjelaskan bahwa pemerintah telah menghadirkan berbagai program untuk menekan risiko tersebut, salah satunya melalui Gerakan 100 Hari Penyelamatan Ibu Hamil. Program ini melibatkan lintas sektor, mulai dari promosi kesehatan (promkes) yang aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, hingga petugas gizi yang bertugas memantau dan mencatat status gizi ibu hamil secara berkala.
Melalui gerakan ini, diharapkan setiap ibu hamil mendapatkan pendampingan yang komprehensif, mulai dari pemeriksaan rutin, edukasi tanda bahaya, hingga pemenuhan gizi yang optimal. Masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu memeriksakan kehamilan ke fasilitas kesehatan terdekat serta aktif berkonsultasi dengan tenaga medis.
Dengan deteksi dini dan dukungan keluarga yang kuat, risiko kehamilan dapat diminimalisir. Peran bersama antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan keluarga menjadi kunci utama dalam menyelamatkan ibu dan generasi masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....