Perubahan Cuaca Picu Lonjakan Penyakit, ISPA Dominasi Kasus

  • 14 Apr 2026 13:06 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID , Gorontalo – Perubahan cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada meningkatnya kasus penyakit di masyarakat. Kondisi musim peralihan dari hujan ke kemarau membuat tubuh harus beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan suhu dan kelembaban udara.

Dokter Ferdiyanto Dayi mengungkapkan, lonjakan penyakit yang paling banyak terjadi saat ini didominasi oleh infeksi saluran pernapasan (ISPA). Hal ini dipengaruhi oleh karakteristik masing-masing musim yang turut memengaruhi kondisi tubuh manusia.

Menurutnya, pada musim dingin atau hujan, saluran pernapasan cenderung menjadi lebih kering dan sensitif. Selain itu, tingkat kelembaban udara yang tinggi membuat virus lebih mudah bertahan di udara dalam waktu yang lebih lama, sehingga meningkatkan risiko penularan.

Sementara itu, saat musim kemarau, masyarakat lebih rentan mengalami dehidrasi akibat suhu panas yang cukup tinggi. Kondisi ini berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh, sehingga mempermudah infeksi, khususnya pada saluran pernapasan.

“Pada musim peralihan, kasus infeksi saluran napas biasanya meningkat karena merupakan gabungan dari risiko penyakit di musim dingin dan musim kemarau,” jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca dengan menjaga pola hidup sehat. Mulai dari mencukupi kebutuhan cairan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi, hingga menjaga kebersihan lingkungan.

Langkah pencegahan ini dinilai penting guna mengurangi risiko terkena penyakit, khususnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....