Rambut Rontok Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

  • 12 Apr 2026 19:32 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID,Gorontalo - Rambut rontok sering dianggap sebagai masalah sederhana yang hanya berkaitan dengan perawatan rambut, stres, atau faktor usia. Namun, kondisi ini ternyata juga bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan kesehatan yang lebih serius, bahkan penyakit tertentu.

Secara normal, rambut manusia dapat rontok hingga sekitar 100 helai per hari. Jika jumlahnya melebihi batas tersebut atau disertai perubahan pada kondisi rambut dan kulit kepala, maka perlu diwaspadai sebagai kemungkinan adanya masalah medis.

1. Kerontokan rambut berlebihan

Rambut rontok yang terjadi secara berlebihan dapat berkaitan dengan kondisi seperti kekurangan zat besi atau anemia. Saat tubuh kekurangan zat besi, produksi sel darah merah menurun sehingga distribusi oksigen ke folikel rambut terganggu dan memicu kerontokan.

2. Muncul area kebotakan

Kebotakan berbentuk pitak dapat menjadi tanda gangguan autoimun seperti alopecia areata. Kondisi ini menyebabkan rambut rontok dalam pola melingkar di area tertentu. Dalam beberapa kasus, gangguan ini juga dapat memengaruhi kuku.

3. Penipisan rambut

Penipisan rambut yang terjadi secara bertahap, baik di seluruh kulit kepala maupun area tertentu, dapat berkaitan dengan kondisi seperti telogen effluvium. Pada kondisi ini, rambut rontok lebih cepat daripada pertumbuhan rambut baru sehingga volume rambut menurun.

4. Kulit kepala bersisik dan gatal

Rambut rontok yang disertai kulit kepala kering, gatal, dan bersisik dapat mengarah pada gangguan seperti psoriasis atau dermatitis. Pada kondisi psoriasis, kulit kepala bisa mengalami penebalan, kerak, hingga peradangan yang memicu kerontokan.

5. Perubahan tekstur rambut

Rambut yang menjadi kering, kasar, dan mudah patah juga dapat menandakan gangguan kesehatan seperti anemia atau gangguan hormon, termasuk hypothyroidism. Kondisi ini memengaruhi kelembapan dan kekuatan rambut dari akarnya.

6. Rambut rontok disertai nanah

Dalam kasus tertentu, kerontokan rambut yang disertai nanah, kemerahan, dan luka pada kulit kepala dapat terjadi akibat infeksi folikel rambut seperti folikulitis decalvans. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis agar tidak menyebabkan kerusakan permanen.

Penyebab lain

Selain penyakit, rambut rontok juga dapat dipicu oleh stres berkepanjangan, pola makan yang buruk, penggunaan produk rambut yang tidak sesuai, hingga kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang. Faktor genetik dan efek samping pengobatan seperti kemoterapi juga dapat berperan.

Kesimpulan

Rambut rontok tidak selalu bersifat ringan. Perubahan pada jumlah, pola, dan kondisi rambut dapat menjadi indikator penting adanya gangguan kesehatan dalam tubuh. Karena itu, pemeriksaan medis diperlukan jika kerontokan berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain yang tidak biasa.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....