Akademisi : Budaya “Obati Bukan Mencegah” Masih Dominan di Gorontalo
- 12 Apr 2026 09:34 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang memiliki kepakaran di bidang komunikasi kesehatan, Reinaldi Julfirman Saleh, menilai budaya masyarakat yang lebih mengutamakan pengobatan dibanding pencegahan masih dominan terjadi di Gorontalo.
Hal ini disampaikannya kepada RRI pada Sabtu 11 April 2026, saat membahas kerentanan masyarakat terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Menurutnya, cuaca ekstrem ditandai dengan perubahan suhu yang cukup drastis, seperti kondisi panas di siang hari yang diikuti hujan pada pagi atau sore hari. Perubahan ini dapat berdampak pada kondisi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Ia menjelaskan, kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia memiliki daya tahan tubuh yang berbeda dibanding kelompok usia produktif. Anak-anak cenderung memiliki sistem imun yang belum stabil, sementara lansia mengalami penurunan fungsi tubuh.
Karena itu, edukasi kesehatan dinilai harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kelompok. Untuk anak-anak, pendekatan edukasi perlu dilakukan melalui orang tua dengan metode yang ringan dan mudah dipahami. Sedangkan pada lansia, edukasi harus lebih spesifik dan langsung pada inti informasi.
Reinaldi menambahkan, dalam dunia kesehatan dikenal dua pendekatan utama, yakni kuratif atau pengobatan, serta preventif atau pencegahan. Namun, masyarakat masih cenderung fokus pada pengobatan.
“Rata-rata masyarakat kita itu hanya fokus pada kesehatan itu tentang kuratif saja, pengobatan. Ketika dia peduli terhadap kesehatannya, itu hanya pada saat ketika dia mengalami sakit,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan, agar risiko penyakit akibat perubahan cuaca maupun faktor lainnya dapat diminimalkan sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....