Begadang terus-menerus, ini risiko bagi tubuh dalam jangka panjang
- 08 Apr 2026 21:51 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, GORONTALO - Begadang atau tidur larut malam masih sering dianggap hal biasa, terutama di tengah kesibukan kerja, tugas, hiburan, atau kebiasaan bermain ponsel hingga larut malam. Padahal, jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini dapat memberi dampak serius bagi kesehatan tubuh. Kurang tidur bukan hanya membuat tubuh lelah keesokan harinya, tetapi juga bisa memengaruhi berbagai fungsi penting dalam jangka panjang. Salah satu dampak yang paling cepat dirasakan adalah tubuh yang mudah lemas dan sulit berkonsentrasi. Saat waktu tidur tidak terpenuhi, otak tidak mendapat kesempatan istirahat yang cukup untuk memulihkan fungsi berpikir dan fokus. Akibatnya, seseorang bisa menjadi lebih mudah lupa, sulit berkonsentrasi, serta kurang sigap dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Begadang terus-menerus juga dapat memengaruhi suasana hati dan kesehatan mental. Kurang tidur dalam waktu lama bisa membuat seseorang lebih mudah marah, sensitif, gelisah, bahkan lebih rentan mengalami stres. Jika kondisi ini dibiarkan, kualitas hidup dan hubungan sosial pun dapat ikut terganggu karena tubuh dan pikiran tidak berada dalam kondisi yang stabil. Tidak hanya berdampak pada otak dan emosi, kurang tidur juga bisa melemahkan daya tahan tubuh. Saat tidur, tubuh bekerja memperbaiki sel dan menjaga sistem imun agar tetap kuat. Jika kebiasaan begadang terus berlangsung, tubuh akan lebih mudah merasa drop, rentan terserang penyakit, dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih saat sakit.
Dalam jangka panjang, begadang juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang lebih serius. Pola tidur yang buruk diketahui dapat berpengaruh pada tekanan darah, kesehatan jantung, metabolisme tubuh, hingga keseimbangan hormon. Itulah sebabnya, kebiasaan kurang tidur tidak boleh dianggap sepele karena dampaknya bisa muncul perlahan namun terus berkembang.
Selain itu, begadang juga dapat memengaruhi pola makan dan berat badan. Orang yang kurang tidur cenderung lebih mudah merasa lapar, terutama ingin mengonsumsi makanan manis, gurih, atau tinggi kalori. Jika kebiasaan ini berlangsung lama, risiko kenaikan berat badan dan gangguan metabolik pun bisa meningkat. Melalui pemahaman ini, masyarakat diharapkan mulai lebih peduli terhadap pentingnya waktu tidur yang cukup. Tidur bukan sekadar melepas lelah, tetapi juga bagian penting dari menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Mengurangi begadang, membatasi penggunaan gawai di malam hari, dan membiasakan tidur teratur menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk melindungi tubuh dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....