Bahaya Tidur Larut Malam

  • 08 Apr 2026 20:32 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Kebiasaan tidur di atas pukul 23.00 atau begadang masih kerap dianggap sepele oleh sebagian masyarakat. Padahal, pola tidur yang tidak teratur dapat berdampak serius terhadap kesehatan tubuh, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Sejumlah penelitian kesehatan menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Kondisi ini berpengaruh pada berbagai sistem tubuh, termasuk peningkatan tekanan darah dan peradangan yang berisiko memicu penyakit jantung.

Tak hanya itu, kebiasaan tidur larut malam juga berdampak pada kesehatan organ hati. Gangguan pola tidur dapat memengaruhi metabolisme tubuh sehingga meningkatkan risiko perlemakan hati serta gangguan fungsi organ tersebut.

Dari sisi metabolisme, kurang tidur diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko diabetes dan obesitas. Hal ini terjadi karena gangguan hormon pengatur nafsu makan serta resistensi insulin akibat pola tidur yang tidak sehat.

Selain memengaruhi organ dalam, begadang juga dapat mempercepat proses penuaan. Produksi hormon melatonin yang berfungsi sebagai antioksidan alami tubuh akan menurun, sehingga mempercepat kerusakan sel dan jaringan.

Fungsi otak pun turut terdampak. Kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan berpikir. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi mengganggu produktivitas dan kualitas hidup seseorang.

Sistem kekebalan tubuh juga melemah akibat kurang tidur. Penurunan jumlah sel imun membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit, terutama jika pola ini berlangsung terus-menerus.

Dari sisi psikologis, kebiasaan tidur larut malam dapat memicu gangguan emosi seperti stres, kecemasan, hingga depresi. Para ahli menyebutkan, kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon stres dalam tubuh.

Para tenaga medis merekomendasikan durasi tidur ideal bagi orang dewasa berkisar 7–9 jam per malam. Dengan menjaga kualitas dan waktu tidur, risiko berbagai penyakit kronis seperti jantung, diabetes, hingga gangguan mental dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....