Tidur Siang Lama, Picu Risiko Jantung
- 08 Apr 2026 22:45 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Kebiasaan tidur siang yang dianggap menyehatkan ternyata tidak selalu berdampak positif bagi tubuh. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa durasi tidur siang yang terlalu lama justru dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama penyakit jantung dan kematian dini.
Fenomena ini menjadi perhatian para ahli kesehatan karena masih banyak masyarakat yang belum memahami batas aman tidur siang. Dalam berbagai studi epidemiologi, durasi tidur siang lebih dari satu jam dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dibandingkan mereka yang tidur siang dengan durasi lebih singkat.
Kementerian Kesehatan melalui kajian kesehatan lingkungan menyebutkan bahwa tidur siang sebenarnya memiliki manfaat jika dilakukan dalam durasi yang tepat. Tidur siang singkat dapat membantu menurunkan stres, memperbaiki tekanan darah, dan meningkatkan konsentrasi. Namun, manfaat tersebut cenderung hilang ketika durasi tidur siang terlalu panjang.
Sejumlah penelitian juga mengungkap bahwa tidur siang lebih dari 60 menit per hari berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung secara signifikan. Bahkan, risiko tersebut cenderung meningkat pada kelompok usia lanjut, terutama di atas 65 tahun.
Tidak hanya itu, studi lain menemukan bahwa tidur siang terlalu lama juga berkaitan dengan sindrom metabolik, seperti tekanan darah tinggi, kadar gula darah meningkat, dan kelebihan lemak tubuh. Kondisi ini menjadi faktor utama pemicu penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
Meski demikian, tidak semua tidur siang berdampak buruk. Para ahli menyebutkan bahwa tidur siang singkat sekitar 20 hingga 30 menit atau dikenal sebagai “power nap” justru memberikan manfaat optimal bagi kesehatan tubuh tanpa meningkatkan risiko penyakit.
Selain durasi, frekuensi tidur siang juga berpengaruh terhadap kesehatan jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidur siang 1–2 kali dalam seminggu dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, namun jika dilakukan terlalu sering justru dapat meningkatkan risiko tersebut.
Para pakar kesehatan menekankan bahwa kualitas tidur malam tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan jantung. Tidur yang cukup dan teratur, yakni sekitar 7–9 jam per malam, dinilai lebih penting dibandingkan mengandalkan tidur siang sebagai pengganti waktu istirahat.
Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengatur pola tidur, termasuk membatasi durasi tidur siang agar tidak berlebihan. Pola hidup sehat, seperti olahraga rutin dan menjaga kualitas tidur malam, tetap menjadi kunci utama dalam mencegah penyakit jantung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....