Studi Temukan Manfaat Kesehatan Lebih Besar dari Olahraga Pagi
- 05 Apr 2026 10:46 WIB
- Gorontalo
Poin Utama
- Olahraga pagi dikaitkan dengan risiko lebih rendah untuk penyakit jantung, hipertensi, diabetes tipe 2, dan obesitas.
- Waktu pukul 07.00 hingga 08.00 terkait dengan peluang terendah penyakit arteri koroner.
- Temuan ini masih bersifat awal dan belum membuktikan hubungan sebab-akibat langsung.
RRI.CO.ID, Gorontalo - Olahraga pagi diduga memberi keuntungan lebih dari sekadar membakar kalori. Temuan awal menunjukkan, jadwal latihan pagi terkait risiko penyakit kardiometabolik yang lebih rendah.
Temuan ini diumumkan American College of Cardiology pada Kamis, 19 Maret 2026. Studi itu dijadwalkan dipresentasikan pada Minggu, 29 Maret 2026, di New Orleans.
Penelitian dipimpin Prem Patel dari University of Massachusetts Chan Medical School. Data yang dianalisis berasal dari 14.489 peserta studi nasional All of Us.
Peneliti memakai data detak jantung dari perangkat Fitbit selama satu tahun penuh. Aktivitas dihitung saat detak jantung meningkat selama 15 menit berturut-turut atau lebih.
| Baca juga: Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan |
Peserta lalu dikelompokkan berdasarkan waktu olahraga yang paling sering mereka lakukan. Peneliti menilai kaitannya dengan hipertensi, diabetes tipe 2, obesitas, dan kolesterol tinggi.
Mereka juga menilai penyakit arteri koroner dan fibrilasi atrium. Analisisnya turut memperhitungkan usia, jenis kelamin, pendapatan, tidur, alkohol, merokok, dan total aktivitas.
Hasilnya menunjukkan pola yang konsisten pada kelompok pagi. Dibanding olahraga lebih siang, risiko penyakit arteri koroner turun 31 persen dan hipertensi turun 18 persen.
Risiko kolesterol tinggi turun 21 persen. Risiko diabetes tipe 2 turun 30 persen, sedangkan obesitas turun 35 persen.
| Baca juga: Manfaat Biji Nangka bagi Kesehatan |
Waktu pukul 07.00 hingga 08.00 terkait dengan peluang terendah penyakit arteri koroner. Hubungan ini tetap terlihat walau total olahraga harian sudah diperhitungkan.
Prem Patel mengatakan, “Olahraga apa pun akan lebih baik daripada tidak berolahraga sama sekali, tetapi kami mencoba mengidentifikasi dimensi tambahan yang berkaitan dengan waktu berolahraga.”
Ia menambahkan, “Jika Anda bisa berolahraga di pagi hari, tampaknya hal itu terkait dengan tingkat penyakit kardiometabolik yang lebih baik.”
Patel juga menjelaskan, “Di masa lalu, para peneliti terutama melihat seberapa banyak aktivitas fisik yang harus dilakukan, jumlah menit atau intensitas aktivitas fisik.”
| Baca juga: Manfaat Pare bagi kesehatan Tubuh |
Ia melanjutkan, “Sekarang dengan 1 dari 3 orang Amerika memiliki perangkat yang dapat dikenakan, kita mendapatkan kemampuan untuk melihat olahraga pada tingkat menit demi menit, dan itu membuka banyak pintu dalam hal analisis baru.”
Namun, studi ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat langsung. Peneliti menyebut hormon, tidur, genetika, serta kebiasaan sehat lain mungkin ikut berperan.
Karena itu, hasil ini masih perlu dibaca sebagai temuan awal. Temuan konferensi medis umumnya masih menunggu publikasi jurnal yang ditelaah sejawat.
Berita ini diolah dan disunting dengan melibatkan teknologi AI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....