Uji Klinis: Vaksin Meningitis Tidak Melindungi Pria Gay dan Biseksual dari Gonore
- 05 Apr 2026 12:46 WIB
- Gorontalo
Poin Utama
- Uji klinis terbaru menyimpulkan vaksin meningokokus B 4CMenB tidak melindungi pria gay dan biseksual dari gonore.
- Angka kejadian gonore di kelompok vaksin dan plasebo hampir sama, yakni sekitar 48 persen per tahun.
- Temuan ini penting karena gonore makin sulit ditangani akibat resistansi antibiotik yang terus meningkat secara global.
Alinea 1
RRI.CO.ID, Gorontalo - Harapan bahwa vaksin meningitis bisa ikut menahan gonore kini memudar. Uji klinis terbaru menyimpulkan, vaksin 4CMenB tidak melindungi pria gay dan biseksual dari infeksi tersebut.
Temuan ini dipresentasikan pada Rabu, 25 Februari 2026, di Conference on Retroviruses and Opportunistic Infections di Denver, Colorado. Studi dijalankan oleh Griffith University dan Kirby Institute di UNSW Sydney.
Vaksin yang diuji adalah vaksin meningokokus B 4CMenB. Sebelumnya, beberapa studi observasional sempat memunculkan harapan bahwa vaksin ini dapat menekan risiko gonore.
Uji ini memakai desain tersamar ganda, acak, dan terkontrol plasebo. Analisis utama mencakup 587 pria gay dan biseksual yang menerima vaksin meningokokus atau suntikan saline plasebo.
Hasilnya sangat jelas. Angka kejadian gonore di kedua kelompok hampir sama, yakni sekitar 48 persen per tahun.
Kate Seib mengatakan, “Di kedua kelompok, angka kejadian gonore hampir sama, yakni sekitar 48 persen per tahun, yang menunjukkan dengan sangat jelas bahwa vaksin tersebut tidak berpengaruh dalam mencegah gonore.”
Ia melanjutkan, “Hasil kami mendukung temuan dari uji DOXYVAC terbuka yang lebih kecil, yang juga tidak menunjukkan efek. Jika dilihat bersama, dua studi ini memberikan bukti kuat bahwa vaksin meningokokus 4CMenB tidak efektif dalam mencegah gonore pada pria gay dan biseksual yang berisiko tinggi tertular infeksi ini.”
Andrew Grulich mengatakan, “Vaksin yang efektif untuk mengurangi gonore akan mengubah pendekatan kita terhadap pencegahan, jadi sangat mengecewakan bahwa penelitian kami telah membuktikan bahwa 4CMenB tidak efektif dalam pencegahan gonore pada pria gay dan biseksual.”
Ia menambahkan, “Kami ingin para pria yang telah menerima vaksin 4CMenB dengan harapan dapat mencegah gonore mengetahui bahwa vaksin ini sangat aman dan mereka akan terlindungi dari beberapa strain meningokokus.”
Grulich melanjutkan, “Namun, para pria ini perlu mempertimbangkan pilihan lain untuk mencegah penularan gonore, seperti kondom dan pemeriksaan rutin. Layanan seperti klinik kesehatan seksual dan tes berbasis komunitas tetap menjadi pilar kuat pencegahan.”
Peneliti juga memberi batas penting pada hasil ini. Uji dilakukan pada pria gay dan biseksual dengan riwayat gonore atau sifilis yang baru, sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasi ke semua populasi.
Temuan ini penting karena gonore masih menjadi tantangan kesehatan global. WHO menyatakan resistansi antimikroba pada gonore meningkat cepat, 82 juta kasus baru terjadi pada 2020, dan hingga kini belum ada vaksin gonore berlisensi.
Namun, hasil ini masih perlu dibaca sebagai temuan awal. Presentasi di konferensi medis umumnya tetap dianggap sementara sampai dipublikasikan dalam jurnal ilmiah yang ditelaah sejawat.
Isu ini juga dibaca dalam konteks nilai sosial dan moral yang hidup di masyarakat. Namun, pendekatan kesehatan tetap penting agar pencegahan penyakit menular seksual dilakukan secara tepat. Pendekatan ini menekankan etika, edukasi, tanggung jawab pribadi, dan perlindungan kesehatan publik.
Berita ini diolah dan disunting dengan melibatkan teknologi AI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....