Stop Ngemil Larut Malam, Jantung Lebih Sehat
- 28 Mar 2026 16:30 WIB
- Gorontalo
Poin Utama
- Berhenti makan tiga jam sebelum tidur membantu memperbaiki tekanan darah malam dan denyut jantung.
- Studi 7,5 minggu pada 39 peserta juga menemukan kontrol gula darah siang hari menjadi lebih baik.
- Solusi paling mudah ialah memajukan jam makan malam, menghentikan ngemil larut, dan meredupkan lampu menjelang tidur.
RRI.CO.ID, Gorontalo - Kebiasaan ngemil larut malam ternyata bisa mengganggu kesehatan jantung saat tidur. Studi baru menunjukkan perubahan sederhana pada rutinitas malam memberi dampak yang terukur esok harinya.
Peneliti menemukan manfaat muncul ketika peserta berhenti makan setidaknya tiga jam sebelum tidur. Mereka juga meredupkan lampu dan memperpanjang puasa malam sekitar dua jam.
Hasil riset dipublikasikan dalam jurnal Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology pada 12 Februari 2026. Tim dipimpin Daniela Grimaldi dari Northwestern Feinberg School of Medicine.
Studi berlangsung 7,5 minggu dan melibatkan 39 peserta berusia 36 hingga 75 tahun. Seluruh peserta memiliki kelebihan berat badan atau obesitas sehingga risikonya terhadap gangguan kardiometabolik lebih tinggi.
Kelompok intervensi menjalani puasa malam 13 hingga 16 jam. Kelompok kontrol tetap mengikuti kebiasaan makan biasa dengan puasa 11 hingga 13 jam.
Pada kelompok intervensi, tekanan darah malam turun 3,5 persen. Denyut jantung juga turun 5 persen sehingga ritme siang dan malam menjadi lebih sehat.
Kontrol gula darah siang hari ikut membaik setelah pola makan disejajarkan dengan waktu tidur. Peneliti melihat pankreas merespons glukosa lebih efektif dan kadar gula lebih stabil.
Phyllis Zee menegaskan manfaat puasa tidak hanya ditentukan jumlah dan jenis makanan. Ia berkata, “Waktu makan terhadap jadwal tidur juga penting bagi manfaat fisiologis.”
Temuan ini dinilai menjanjikan karena peserta tidak mengurangi total kalori harian. Artinya, perbaikan muncul dari penataan waktu makan, bukan dari diet ketat.
Solusi paling sederhana ialah menyelesaikan makan malam lebih awal dan menghentikan camilan menjelang tidur. Kamar yang lebih redup dan jadwal istirahat teratur dapat membantu tubuh memasuki fase pemulihan.
Namun, pola ini tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, obat, dan kebutuhan energi tiap orang. Peneliti menilai pendekatan ini layak dikembangkan sebagai langkah gaya hidup yang mudah diakses.
Berita ini diolah dan disunting dengan melibatkan teknologi AI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....