Sarung Bantal Kotor Picu Bakteri Tinggi

  • 27 Mar 2026 08:43 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Kebersihan tempat tidur sering kali dianggap sepele, padahal sarung bantal yang jarang dicuci dapat menjadi tempat berkembangnya berbagai bakteri berbahaya bagi kesehatan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sarung bantal yang tidak dicuci selama satu minggu dapat mengandung jutaan bakteri. Bahkan, jumlahnya disebut bisa jauh lebih tinggi dibandingkan dengan permukaan benda lain yang dikenal kotor.

Laporan dari perusahaan riset tidur Amerisleep mengungkapkan, sarung bantal yang tidak dicuci selama tujuh hari dapat mengandung sekitar tiga juta bakteri. Jumlah ini setara hingga 17.000 kali lebih banyak dibandingkan bakteri yang ditemukan pada dudukan toilet.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa penumpukan bakteri berasal dari sel kulit mati, keringat, minyak wajah, hingga sisa kosmetik yang menempel pada kain sarung bantal setiap hari. Kondisi ini semakin mempercepat pertumbuhan mikroorganisme.

Selain itu, lingkungan lembap pada tempat tidur turut memicu berkembangnya tungau debu dan bakteri jenis lain yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan seperti iritasi kulit, jerawat, hingga alergi.

Para ahli kesehatan merekomendasikan agar sarung bantal dicuci secara rutin, minimal satu kali dalam seminggu. Hal ini penting untuk menjaga kebersihan sekaligus mencegah paparan bakteri berlebih saat tidur.

Kebiasaan sederhana seperti mengganti sarung bantal secara teratur juga dinilai dapat meningkatkan kualitas tidur, karena lingkungan tidur menjadi lebih bersih dan nyaman.

Masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan kebersihan perlengkapan tidur sebagai bagian dari pola hidup sehat, mengingat dampaknya yang langsung bersentuhan dengan kulit dan saluran pernapasan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....